Kepala Desa Kuripan dan staf desa dengan sumringah menyambut kehadiran tim Kecamatan Ciseeng diantaranya Kasipem Wawan Hartawan S.Sos, Kasi Ekbang H. Lukman Ariadi S.Ip, Hendra Gunawan S.Sos, Yoga Abdurohim, Kiki, Pol. PP Kecamatan Ciseeng
Awal rapat dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Tegar Beriman, sementara Sekdes Rido bertugas menjadi pengatur acara rapat Musdes Desa Kuripan.
Sambutan pertama diberikan Rido kepada Kepala Desa Siti Aswat Narulita S.Pd, ia memberi apresiasi penuh atas kehadiran Kelompok Wanita Tani yang sudah terbentuk pada Tahun 2016 lalu, juga pada anggota kelompok tani yang hadir dalam rapat hari ini.
Menurut informasi Kepala Desa Kuripan anggaran untuk Program Ketahanan Pangan berasal dari Dana Desa sebesar 20%, dan kelompok ada beberapa diantaranya kelompok perikanan dan juga kelompok tani.
Sedangkan kelompok ikan telah dikembangkan pembesaran ikan lele dengan system biobakteri, juga ikan hias. Untuk kelompok tani adalah kegiatan menanam singkong dan ubi kayu, yang semuanya dapat dikonsumsi masyarakat Desa Kuripan.
Wawan Hartawan S.Sos mewakili Camat Ciseeng H. Agus Sopyan BA S.KM M.A.P menuturkan kalau program Ketahanan Pangan salah satu syaratnya sebelumnya harus dilaksanakan rapat Musyawarah Desa.
Ungkap Wawan kembali, pembentukan kelompok tani harus di SK-kan oleh Kepala Desa, semua yang diterima kelompok tani bulanlah hibah melainkan menjadi asset desa. Diharapkan nantinya program ketahanan pangan bisa meningkatkan perekonomian warga Desa Kuripan.
PDTI Usep K Sarba saat diberikan waktu oleh pengatur acara, program ketahanan pangan harus dikawal/pembinaan dan dapat berkesinambungan. Program Ketahanan Pangan akan diperiksa pada tahun 2023.
Kasi Ekbang H. Lukman Ariadi S.Ip usai Usep K Sarba memberikan paparan dan arahan kepada para kelompok tani (poktan), kelompok perikanan serta kelompok wanita tani (Kwt).
Selain itu Kasi Ekbang H. Lukman Ariadi, S.Ip juga menjelaskan kepada anggota kelompok yaitu:
1. Kegiatan P2L merupakan kegiatan pemberdayaan
kelompok masyarakat untuk budidaya tanaman sayuran
melalui kegiatan sarana pembibitan, pengembangan
demplot, pertanaman, dan penanganan pasca panen.
2. Upaya pencapaian kegiatan tersebut dilakukan melalui
pendekatan pengembangan pertanian berkelanjutan
(sustainable agriculture), pemanfaatan sumber daya
local (local wisdom), pemberdayaan masyarakat
(community engagement) dan berorientasi pasar (go to market).
Usai penyerahan benih lele secara simbolik, kemudian disambung dengan acara pelepasan benih tersebut di kolam biobakteri oleh Kasi Ekbang H. Lukman Ariadi S.Ip dan Kepala Desa Kuripan Siti Aswat Narulita S.Pd.
Reporter: Agustion