Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Pendidikan - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Kades Cibeuteung Muara H. Asep Suhendar Gercep Turun Ke Warga Menyalurkan Air Bersih Saat Musim Kemarau

by Gardatipikornews.com
23 Juli 2026 - 57 Views

Bogor || Gardatipikornews.com -- Kurangnya ketersediaan air bersih disebabkan oleh lonjakan populasi yang memicu tingginya permintaan, alih fungsi lahan dan kerusakan daerah resapan air, pencemaran limbah terhadap sumber air, serta perubahan iklim global yang memicu kekeringan. 

Krisis air bersih yang melanda berbagai wilayah di Bogor juga terasa di Desa Cibeuteung Muara Kec. Ciseeng, tidak sedikit warga yang sumurnya kering karena musim kemarau. Bahkan ada juga sumur bor yang airnya tidak keluar dengan lancar.

Warganya yang kekurangan air bersih menjadi tanggung jawab Kepala Desa H. Asep Suhendar yang dekat dengan warganya. Untuk itu beliau berinisiatif menyalurkan air bersih, dan ini sudah berjalan sejak awal bulan Juli Thn. 2026. 


Bersama aparatur Pemdes Cibeuteung Muara (Edy Permana, Munawar/Aceng, Cecep, Koje dan Beka), Kades H. Asep Suhendar terjun langsung ke warganya yang krisis air bersih. Bahkan ia membantu menyalurkan air bersih ke galo-galon yang mengantri berjajaran meminta untuk diisi air bersih.

Kepada awak media H. Asep Suhendar menuturkan (Kamis, 23 Juli 2026) Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah membuat konsumsi air melonjak tajam, sementara eksploitasi air tanah secara berlebihan oleh permukiman dan industri menurunkan cadangan air secara drastis. Penebangan hutan dan alih fungsi lahan terbuka hijau menghilangkan fungsi alami tanah dalam menyerap dan menyimpan air hujan.

Sumber air baku seperti sungai tercemar oleh limbah industri, sampah domestik, dan limpasan pupuk/pestisida dari sektor pertanian, sehingga air tidak layak dikonsumsi.  Dan fenomena cuaca ekstrem memperpanjang musim kemarau. Hal ini menyebabkan berkurangnya curah hujan dan penyusutan drastis debit sumber mata air.

"Kami sebagai pimpinan merasakan kesulitan warga mengenai air bersih, sampai saat ini kami sudah salurkan air bersih ke berbagai wilayah seperti Kp. Legok Nyenang, Kp. Blok Mayan sebanyak puluhan truk untuk distribusi sejak awal bulan Juli." Pungkas Kades Gercep ini.

Pewarta: Agustion/Revi/ Wahyudin

Publikasi  : Red@ksi.gtn.com 

Sebelumnya
Diduga Kepala Sekolah KB Iskandar Muda Melanggar Aturan Dan Juknis Program Revitalisasi...
Selanjutnya
Media Konfirmasi Ke PLN : Perusahaan WiFi Di Desa Rembul Tidak Kantongi Izin Pasang Kabel Di Tiang...

Berita Terkait :