Garsatipikornews.com
- Ketua Komunitas Pemuda Kei Kabupaten Mimika Edoardus Rahawadan, meminta untuk Bupati Mimika, segerah mengantikan kepala sekolah SMK / STM Kuala.sabtu, 16/09/23 Edoardus menyampaikan, ia mendapat laporan dan data dari salah satu orang tua siswa bahwa terjadi penyalagunaan anggaran komite, dan juga anggaran dana boss. “Saya mendapatkan informasi dan data dari orang tua siswa bahwa di sana terjadi penyalahgunaan Anggaran Komite, dan juga anggaran bantupan Oprasional sekolah ( BOS) terbukti bahwa ada dokumen yang sudah diserahkan ke KEJARI Timika, dan sampai hari ini belum ada informasi dari Kejari tentang bagimana proses atau tindak lanjut,” disampaikan Edoardus melalui keterangan tertulisnya. Jumat. (16/9/2023). Lanjutnya, Edoardus "Ditambah lagi ada tindakan intimidasi dari kepala sekolah terhadap guru yang sudah bertahun tahun mengajar disitu, tindakan Intimidasi berupa melarang guru tersebut untuk mengosongkan ruangannya dengan alasan Tidak Jelas,” unjar Edoardus.
Ketua KPKM juga berharap, “Untuk kejaksaan Negeri Mimika, agar Segera membuka dokumen SMK Negeri 1 Mimika yang sudah diserahkan itu, agar publik tau kalo lembaga pendidikan ini tidak sedang baik baik saja,” harapnya.tuturnya.
Yang lebih Parah lagi tidak Mengikuti kurikulum SMK dimana Teori 30% dan praktek 70%. Ini sekolah STM berkualitas tidak boleh dipimpin oleh pemimpin yang tempramen dan arogan,” tutupnya.
Saat awak media mengkonfirasi kepada yang bersangkutan kepala sekolah SMK Negri Negeri 1 Mimika Drs. Selsiuis E. Aron, M.Pd mengatakan, hal tersebut sudah ditangani dinas Pendidikan, dan ia melakukan lakukan klarifikasi " Bahwa ini sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan pada hari senin kemarin dan sudah saya klarifikasi kemudian serahkan LPJ semua penggunaan dana ke Dinas Pendidikan dalam keterangan tertulisnya saat di konfirmasi awak media. Katany,Sabtu (16/9/2023).
Kami meminta kepada Bupati Mimika, dan kepala dinas Pendidikan agar segerah mengambil langkah tegas agar
Ibu kadis Dinas Pendidikan segera tindak kepala sekolah yang model seperti ini, karena telah Mencoreng Dunia Pendidikan di kabupaten ini.
( @Kaperwil Papua | @Redaksi.gtn.com )