Gardatipikornews.com
- BKMT merupakan wadah atau badan koordinasi yang menghubungkan dan memfasilitasi berbagai majelis taklim yang ada di berbagai wilayah. Majelis taklim adalah kelompok atau komunitas yang biasanya berkumpul secara rutin untuk melakukan pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, Kegiatan pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) juga merupakan program nasional yang memiliki bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang ilmu agama Islam. Hampir diseluruh provinsi di Indonesia kegiatan tersebut dilaksanakan hingga desa di kecamatan di setiap kabupaten/kota. Seperti yang dilihat di Desa Cihoe Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, pada hari Sabtu (16 September 2023) melaksanakan kegiatan Islami di kantor desa.
Hari ini Pemdes Cihoe menggelar pengajian bulanan Badan Kontak Majelis Ta'lim (BKMT) dihadiri Kepala Desa Wahyudin, beserta Ketua TP. PKK yang tidak lain isterinya sendiri Awinah. Sehari sebelumnya mereka bahu membahu mempersiapkan segala sesuatunya agar penyelenggaraan pengajian bulanan tersebut bisa berjalan sukses tanpa kendala.
Acara yang dihadiri oleh para jamaah dari beberapa majelis ta'lim se Desa Cihoe, dihadiri pula oleh Kh. Dalail Mashuri, Ustadz Tatang, Nurlaela S.Pd, Ustadz Manan, dibuka oleh Ketua TP. PKK Awinah yang memberi apresiasi dengan kehadiran para ibu ke kantor Desa Cihoe Kecamatan Ciseeng
Awinah juga mengingatkan kepada jamaah dimana saat ini telah terjadi kemarau panjang, warga desa tidak sedikit yang kekeringan air. Sehingga beberapa hari lalu dilakukan distribusi air bersih oleh Damkar Kabupaten Bogor
Dikarenakan kemarau yang panjang tersebut, Awinah juga berharap agar warga tidak boleh sembarangan membakar sampah. Karena sudah ada contoh kejadian di desa lain rumah yang terbakar, kebun bambu dan lainnya.
KH. Dalail Mashuri memaparkan kepada para jamaah majelis ta'lim se Desa Cihoe yang hari ini mengikuti pengajian bulanan BKMT. Umat yang mendapatkan nikmat sehat adalah umat yang bisa melangkahkan kakinya ke acara pengajian BKMT saat ini. Oleh karena itu bagi yang datang sudah lengkap, sehat diberi nikmat dan iman.
Ujar KH Dalail Mashuri kembali, di Desa Cihoe banyak terdapat pengajian majelis ta'lim. Pengajian sebulan sekali merupakan gagasan mulia dari Kepala Desa Wahyudi. Perlu diingat, tidak ada majelis ta'lim yang diistimewakan, sehingga apabila kita semua bisa berkumpul maka syiar Islam akan semakin maju.
Acara utama pengajian bulanan Desa Cihoe adalah praktek pemandian jenazah yang dituntun oleh Nurlaela S.Pd, Nayati dan E'eng.
Ungkap Nurlaela S.Pd, orang muslim yang meninggal dunia wajib diurus jenazahnya. Pengurusan ini meliputi memandikan, mengkafani, mensholati dan memakamkannya. Jenis orang yang mati adakalanya mati syahid, bayi yang mati keguguran, dan orang yang mati dalam keadaan normal. Semuanya memiliki cara tersendiri dalam mengurusnya.
Seorang mayat dimandikan sebanyak hitungan ganjil, tiga, lima atau lebih dari itu.
Di awal basuhannya, tutur Nurlaela S.Pd kembali diberi daun bidara, maksudnya disunnahkan bagi orang yang memandikan untuk menggunakan daun bidara atau daun pohon asam dibasuhan pertama dari basuhan-basuhan pada mayat.
Dan di akhir basuhan mayat selain mayat yang sedang melaksanakan ihram, sunnah diberi sedikit kapur barus sekira tidak sampai merubah sifat-sifat air.
"Ketahuilah sesungguhnya minimal memandikan mayat adalah meratakan seluruh badannya dengan air sebanyak satu kali. Adapun memandikan yang paling sempurna, maka dijelaskan di kitab-kitab yang diperluas penjelasannya." Pungkas Nurlaela S.Pd.
Pewarta: Agustion Kaperwil Jabar