Lebak, Banten || Gardatipikornews.com -- Dengan adanya dugaan selewengkan anggaran dan bosp dari pemerintah untuk biaya perawatan sekolah yang di lakukan oleh oknum kepala sekolah subur Riyanto untuk kepentingan pribadi.
Biaya perawatan sekolah yang diduga oleh oknum kepsek sehingga perkembangan sekolah terisolir terlihat kumuh dan tidak terawat kerena tidak di terapkan biaya perawatannya, Senin, 9/2/26.
Sehingga SDN 2 sanghiang yang terlihat sangat kumuh dan terlihat tidak baik sekolah tersebut yang terletak di wilayah kp.sampureun Desa.sanghiang kec.maja keb.lebak Banten.
Beberapa kali awak media investigasi ke lapangan untuk memastikan dan untuk meminta keterangan dan kebenarannya bukan hanya sekedar informasi dari luar saja namun setelah awak media melakukan investigasi kelapangan memang sekolah tersebut terlihat sangat kumuh.
Namun sangat di sayang kan setiap awak media ingin menemui kepala sekolah tersebut subur Riyanto selalu tidak ada di tempat
"Sementara menurut keterangan para guru kepala sekolah sedang dinas kalao tidak dinas mungkin berobat karena ia kurang sehat selalu sakit sakitan." terang guru sabil gugup
Ada dugaan kepala sekolah tersebut enggan mengahadapi awak media untuk di pertanyakan biaya pemeliharaan nya yang diduga tidak di gunakan dan tidak di laksana kan seperti yang sudah di cantumkan di dalam arkas Dan yang telah di anggarkan.
Anggaran biaya untuk SDN 2 sanghiang untuk satu tahun anggaran Rp 10.580.000 untuk satu tahun anggaran 2025 dan untuk di tahun anggaran 2024 Rp 26.090.000 dalam waktu 2 tahun berturut-turut sekolah tersebut terlihat seperti gitu aja bahkan di atap sekolah ada rumput halaman sekolah juga terlihat tidak Terpelihara
Subur Riyanto oknum Kepala sekolah SDN 2 sanghiang hingga saat ini susah untuk di temui diduga oknum kepala sekolah tersebut alergi terhadap awak media sehingga ia menghindar saat mau di temui dan berbagai alasan yang amanat kan terhadap para guru guru dan nggan di pertanyakan terkait dengan anggaran perawatan yang di duga tidak di laksanakan hingga berita ini di tayangkan
"Kabid SD dinas pendidikan kabupaten Lebak saat di mintai tanggapan melalui pia Whatsap nya ia pun tidak merespon ada apa dengan Kabid SD Hadi hingga saat ini awak media mencoba menghubungi Hadi ia sebagai Kabid SD namun hasilna nihil tidak ada serpon sama sekali ada dugaan kerjasama dengan kepala sekolah nya dengan atas dugaan penyelewengan dana pemeliharaan sekolah," ungkapnya.
Selain itu awak media melakukan konfirmasi terhadap sekdis pendidikan kab.lebak melalui pia Whatsap nya ia menjawab insyaallah saya akan kordinasi kan terhadap bagian nya Kabid SD dan kepala sekolah nya namun hingga sampai saat ini pihak Sekdis dan Kabid pun tidak ada kabar sama sekali, ini jadi pertanyaan Publik, Ada apa dengan pihak dinas kab.lebak ??
Seperti yang sampaikan oleh Asep Ruswandi,S.Pd sebagai pemerhati pendidikan hal ini sangat di sayang kan dengan adanya sekolah tersebut yang tidak terawat seakan tidak ada penghuni sekolah nya harapan kami terhadap pemerintah baik dinas pendidikan maupun inspektorat dan BPKP dan pihak kejaksaan kabupaten Lebak untuk segera melakukan audit semua instansi dinas pendidikan/dikdasmen yang ada di kabupaten Lebak
Pewarta : Samsudin GTN