Gardatipikornews.com
- Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pembiaran dari Dinas Pendidikan Kemendikbud terhadap sejumlah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang diduga fiktif dan tidak memiliki kegiatan mengajar dan belajar yang berarti. Lebih lanjut, dugaan ini juga mencakup klaim bahwa beberapa pihak memanfaatkannya untuk tujuan pribadi, bahkan melibatkan oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Kepala Kekolah SD. Beberapa PKBM yang disebut dalam dugaan ini antara lain adalah
PKBM SABAKINGKIN
,
PKBM HATI NURANI KALANG ANYAR
, dan
PKBM BINA GENERASI
. Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa prihatin dengan kondisi PKBM - PKBM tersebut. Saat Awak media melakukan konfirmasi kepada Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Banten ini Seakan-akan enggan memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ini. Namun, masyarakat setempat dan beberapa aktivis pendidikan mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap PKBM-pkbm yang disebutkan. Pembiaran terhadap PKBM yang diduga tidak memiliki aktivitas nyata dan mungkin hanya menjadi alat untuk mengumpulkan keuntungan pribadi, terutama dengan keterlibatan adanya Oknum ASN dan kepala sekolah, merupakan masalah serius yang harus ditindaklanjuti dengan tegas demi kualitas pendidikan yang lebih baik di wilayah Lebak Banten ini. Menurut Pemerhati Pendidikan " Asep Ruswandi, S.Pd " Mengungkapkan "Banyak hal masalah dan kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan Belajar di PKBM ini Fiktif, Pembelajaran di PKBM ini sangat tidak jelas sekali. Selanjutnya Menurut Asep Ruswandi,S.Pd Bahwa Sekolah PKBM ini di jadikan ajang untuk kepentingan Pribadi, pada halnya memanfaatkan anggaran dari pemerintah saja, saya bisa mengecek dimanapun adanya PKBM ini hanya menjadi pemanfaatan Anggaran Pemerintahan di Dunia pendidikan saja, Saya bisa cek data Dapodik di setiap PKBM Banyak Siswa yang fiktif.Ungkapnya Pewarta : Syam & Team Red@ksi.gtn.com