Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Pemerintahan - GTN Kepolisian & TNI - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Pendidikan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - Jurnal Nasional - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Diduga Data fiktif penerima Bansos Ketenaga kerjaan Kabupaten Bogor

by Gardatipikornews
29 Agustus 2021 - 793 Views

Kab. Bogor - Gardatipikornews.com


menyelenggarakan Diskusi santai terkait Dugaan Data fiktif penerima Bansos Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor bersama nara sumber Bung Jojo Ketua Umum Kamaksi,Rubi Falahadi,SH pengacara muda,Rohmat Selamat, SH. M. Kn Ketua PWRI Kab. Bogor, Purnawiran MayorJendral Tatang Jaenudin,bertempat di RM Lembah Anai Baru Lingkungan Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Bung Jojo dalam diskusi mengatakan"Kami akan terus mengawasi anggaran negara, karena adanya dugaan yang syarat penyimpangan yaitu data fiktif bansos ketenagakerjaan, dan adanya simpang siur jumlahnya dari dinas dengan kecamatan,dugaan sementara kami seperti Tipikor atau kesalahan administrasi,selanjutnya Kami akan terus menyampaikan kepada bupati dengan mengirim surat,"ujarnya Tapi kalau ini jelas-jelas di sengaja oleh pihak terkait,dan kami akan minta klasifikasi,"tegasnya. Sementara itu Rubi Falahadi memberikan tanggapan yang di sampaikan bung jojo dengan mengatakan"berbicara apa yang di sampaikan bu jojo, ketika di temukan mal administrasi, dan masyarakat atau warga negara mempunyai haknya untuk mengetahui permasalahan korupsi di negara kita,jika ada temuan atau bukti harus lah di laporkan,"tukasnya. Mayjen Tatang mengatakan jadi permasalahan bansos yang salah sasaran yang di lakukan tingkat rt sampai tingkat tinggi, saya sangat perihatin tentang masalah bansos, bahwa pejabat 2 kita ini tidak amanah, banyak penyaluran bansos yang nyata, rt pun ikut-ikutan memotong batuan tersebut, ada kepala desa yang memotoong 50-50 sehingga merugikan masyarakat,"tuturnya. Mayje Tatang menambahkan"Seperti bantuan beras yang tidak layak, dan data fiktif bantuan sosial tenaga kerja 6800 orang, ini harus di usut tuntas, karena sudah santer di media,tambahnya. Saya berharap kepada penegak untuk menindak dan mengadili dan menghukum mereka yang melakukannya,"tegasnya. Di tempat yang sama Rohmat selamat,SH.Mkn mengatakan agar media supaya menyampaikan berita berimbang,apabila ada kejadian seperti ini media membutuhkan hak jawab,dan media tidak perlu takut untuk menyampaikan temuan sesuai fakta,"pungkasnya. (Aabun/PWRI )
Sebelumnya
Ketua PGRI Dan K3S Kecamatan Caringin.Angkat Bicara.." Kami Harus Mengklarifikasi...
Selanjutnya
Ormas BPPKB Banten Ranting Desa Putat Nutug Kecamatan Ciseeng Gelar Milad I Dihadiri Ketua PAC...

Berita Terkait :