Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com - Program sumur bor yang didanai oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi di Kampung Cirempak, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, senilai Rp 576.704.000,00 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, telah selesai dibangun oleh PT Raka Konstruksindo Raya.
Proyek ini bertujuan untuk menyediakan air bersih bagi warga setempat. Namun, sempat muncul narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa pasokan air dari sumur bor tidak mencukupi untuk melayani 100 sambungan rumah tangga. Narasi ini kemudian dibantah oleh warga Desa Cibitung. Ketua Karang Taruna Desa Cibitung, Nandang Wasidi, menyatakan bahwa selama ini tidak ada keluhan dari warga. "Masyarakat justru berterima kasih atas adanya program sumur bor ini," ujarnya.
"Nandang menjelaskan bahwa sempat terjadi masalah pada pasokan air, namun hal tersebut disebabkan oleh token listrik yang habis, bukan karena mesin pompa air yang lemah. "Kemarin memang sempat gak ada air, hal tersebut karena kwh listrik yang masok setrum untuk mesin pompa air kehabisan token," jelasnya.
Warga lainnya, Jodi, juga menyampaikan bahwa aliran air tidak ada masalah, bahkan selama masa percobaan sebelum adanya pembentukan pengelola air dari desa. "Aliran air normal saja, tidak ada masalah," katanya. Ketua RT 02 RW 02, Ojak, menambahkan bahwa debit air sangat normal. "Logikanya begini pak, mesin pompa air kan menggunakan listrik, jadi kalau tidak ada setrum akibat token KWH tidak terisi wajar tidak jalan," ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, pelaksana proyek dari PT. Raka Konstruksindo Raya, Ijad, memberikan penjelasan terkait pipa yang belum dikubur. Ia mengatakan bahwa hal itu sengaja dilakukan untuk memudahkan pengecekan dan perbaikan jika terjadi kebocoran. Ijad memastikan bahwa pipa-pipa tersebut akan segera dikubur dalam waktu dekat. Mengenai kapasitas pompa, Ijad menjelaskan bahwa pihaknya telah menggunakan mesin 1 phase sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan hasil pompa air ke permukaan juga sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
Ia menambahkan, jika ada permintaan dari warga untuk mengganti mesin pompa dengan kapasitas yang lebih besar, hal tersebut perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak dinas terkait. Ijad juga menekankan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan proyek ini sesuai dengan ketentuan dan harapan masyarakat.Ia berharap masalah ini dapat segera teratasi sehingga warga dapat menikmati air bersih yang cukup dan berkelanjutan.
Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan bahwa air mengalir normal ke setiap rumah warga yang sudah disambungkan ke pipa sumur bor @MardiGTN.com