Kabupaten Tasikmalaya || Gardatipikornews.com -- Forum Kajian dan Pembangunan Tasikmalaya (FORKAP) resmi dideklarasikan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Kafe Gumilang, Tasikmalaya, pada Senin (29/12). Deklarasi ini menjadi penanda lahirnya ruang kolektif pemuda yang berorientasi pada kajian, pengawasan kebijakan, serta penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah Tasikmalaya.
Kegiatan deklarasi dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemuda lintas organisasi, aktivis, wartawan, kepala desa, hingga masyarakat muda Tasikmalaya. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan kebutuhan akan forum independen yang mampu menjembatani gagasan, kritik, dan solusi pembangunan daerah secara partisipatif.
FORKAP diinisiasi oleh Fathiyakan, pemuda asal Tasikmalaya yang merupakan lulusan universitas di Turkiye serta saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Forum ini lahir dari kegelisahan atas minimnya pelibatan pemuda secara substantif dalam proses perumusan, pengawasan, dan evaluasi kebijakan pembangunan daerah.
Dalam struktur kepengurusan, Fathiyakan dipercaya sebagai Ketua Umum FORKAP, Amar Fawaz sebagai Sekretaris Umum, dan Hasan Al-Banna sebagai Bendahara Umum.
Dalam pernyataannya, Fathiyakan menegaskan bahwa FORKAP tidak dibentuk untuk menjadi organisasi simbolik, melainkan forum yang memiliki orientasi dampak nyata.
“FORKAP lahir dari kesadaran bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya diserahkan pada birokrasi dan elite kebijakan. Pemuda harus hadir sebagai subjek, bukan sekadar penonton. Kita ingin memastikan bahwa kebijakan publik di Tasikmalaya berjalan dengan pengawasan, kajian yang matang, dan keberpihakan pada kepentingan jangka panjang daerah,” ujar Fathiyakan, Senin 29/12/2025.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya selama ini mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Daerah Tasikmalaya yang bertujuan mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Namun menurutnya, dukungan tersebut harus diiringi dengan fungsi kontrol publik dan pelibatan pemuda secara aktif dan bermakna.
“Mendukung kebijakan pemerintah bukan berarti menutup mata dari kritik. Justru dukungan yang sehat harus dibarengi dengan kontrol, evaluasi, dan pelibatan pemuda sebagai mitra strategis pembangunan,” tambahnya.
FORKAP menetapkan diri sebagai forum yang berbasis kajian, independen, serta konstruktif dan solutif. Ke depan, FORKAP akan memfokuskan kerja pada tiga agenda utama, yakni pemberdayaan sumber daya manusia pemuda Tasikmalaya, pengawasan kebijakan dan program strategis daerah maupun pusat, serta pendalaman isu-isu strategis daerah, termasuk wacana pemekaran Kabupaten Tasikmalaya.
Melalui deklarasi ini, FORKAP menyatakan diri terbuka dan mengajak seluruh pemuda Tasikmalaya, baik yang berada di dalam maupun di luar organisasi, untuk bergabung dalam ikhtiar kolektif membangun Tasikmalaya secara berkelanjutan, kritis, dan bertanggung jawab.
“Ini bukan kerja satu kelompok atau satu generasi. FORKAP membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda Tasikmalaya yang ingin berkontribusi dengan pikiran, tenaga, dan integritas untuk masa depan daerah,” tutup Fathiyakan.
Pewarta : @Jana.