Ciqnjur , Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Diduga Oknum kepala sekolah SMP N 4 Campaka Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga kuat selewengkan dana bantuan operasional sekolah, hal tersebut terungkap adanya kejanggalan data dapodik tidak sesuai dengan jumlah siswa.Senin,5/25.
Hasil investigasi awak media ditemukan adanya kejanggalan terkait data dapodik jumlah siswa di SMP 4 Campaka Cianjur yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan dikarenakan puluhan siswa tercatat di data dapodik SMP 4 Campaka akan tetapi faktanya Siwa tersebut berada di Mts Al Kautsar, sehingga hal tersebut menimbulkan pertanyaan terkait alokasi penggunaan dana BOS yang diduga diselewengkan oknum kepala sekolah.
Menurut keterangan wakil kepala sekolah SMP Negeri 4 Campaka, Asep saat dikonfirmasi pada hari Rabu tanggal 30 April 2025 terkait siswa yang berada di sekolah lain, ia mengatakan bahwa hal itu terjadi karena pada awalnya siswa tersebut adalah murid pilial kelas jauh. Jelas Asep
Lebih lanjut Asep menegaskan bahwa setelah sekolah jarak yang beralamat di SD pal 2 Campaka itu dibubarkan kemudian sebagian siswa dilimpahkan ke MTs Al - Kautsar, namun administrasi belum diselesaikan secara kelembagaan.
Ditanya tentang alokasi anggaran dana BOS terkait siswa yang ada di MTs Al - Kautsar sementara saat ini masih ada di dapodik tercatat di SMP N 4 Campaka, ia menjawab bahwa sebagian dana sudah terserap karena sebelumnya belajar di kelas jauh.
Sampai berita ini diturunkan Kepala SMP N 4 Campaka belum bisa dikonfirmasi dikarenakan beliau sedang tidak ada ditempat.
Menurut aktivis pendidikan Aruswan Mengungkapkan Bahwa Disini Diindikasi ada penyalahgunaan Jabatan dan Sewenang wenang, saya pun mendengar informasi dari beberapa sumber, Bahwa Kepala Sekolah SMP N 4 Camapka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang Di wakili Oleh saudaranya dan Bendaharanya pun ini istri dari Wakil Kepala Sekolah, ini sudah terstruktur.ungakap ARUSWAN.
Kami Berharap Kepada Dinas Terkait dan APH, Kejaksaan Negeri, agar Segera Menindak lanjuti serta Memanggil .
Sumber : Dikutip dari Berita Penatipikorindonesia.com
( @Red@ksi.gtn.com**