Bogor || Gardatipikornews.com -- Sekolah Rakyat adalah program pendidikan formal gratis berbasis asrama (boarding school) dari tingkat SD hingga SMA yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, miskin, dan miskin ekstrem (desil 1 dan 2) guna memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Untuk itu pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 Digelar Sosialisasi Dan Pembekalan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat di wilayah Pemcam Ciseeng Kab. Bogor. Dengan narasumber Dian Bulansari Kasentra Galih Pakuan, yang didampingi Camat Subhi SH M.Si, Kasipenkes Ade Kurniawan S.Km dan Amung dari Dinas Sosial. Sedangkan Satria Ibnu Kholidd, Amanda Sekar Harrdita, Mubarok, Fa'lul Khoirul Khakim dan Ahmad Farid mendapat tugas sebagai penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat oleh P3K Kemensos.
Kegiatan yang menjaring 24 siswa Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kec. Ciseeng diawali dengan sambutan Camat Subhi SH M.Si: "Yang saya hormati Ibu Dian, Kepala Sentra Galih Pakuan, beserta jajaran.
Yang saya hormati para pejabat dan tamu undangan yang hadir. Yang saya hormati para ibu wali murid. Dan yang saya banggakan adik-adik calon siswa yang sekarang sudah menjadi bagian dari Sekolah Rakyat.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan selamat kepada adik-adik semuanya yang telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat. Ini merupakan program pemerintah yang sangat baik dan harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai kesempatan yang luar biasa ini disia-siakan.
Kalau tidak salah, untuk jenjang SMP ada sekitar 24 siswa yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Untuk jenjang SMP kurang lebih tiga tahun, dan nanti apabila melanjutkan ke SMA juga tiga tahun. Selama enam tahun tersebut, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar. Tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik.
Saya selalu menyampaikan, anak pejabat sekalipun, anak orang kaya sekalipun, kalau tidak mau belajar dan tidak memiliki kemandirian, belum tentu akan berhasil. Sebaliknya, anak dari keluarga sederhana, kalau mau belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan memiliki kemauan yang kuat, insyaallah bisa menjadi orang yang berhasil. Karena itu, kepada adik-adik, saya berpesan: belajarlah dengan serius, jangan malas, jangan sia-siakan kesempatan ini.
Zaman sekarang pendidikan sangat menentukan masa depan. Apalagi wilayah kita ke depan akan semakin berkembang. Akan semakin banyak pembangunan, akses jalan, dan berbagai fasilitas yang tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki ilmu dan keterampilan. Kalau kita tidak sekolah, tidak punya keterampilan, lalu apa yang bisa kita harapkan untuk menghadapi perkembangan zaman?"
Kemudian disusul dengan arahan yang diberikan Kasentra Galih Pakuan Dian Bulansari: "Alhamdulillah hari ini kita diberi kesempatan Pak Camat untuk istilahnya open house ya. Open house ini kita ketemu dengan siswa dan juga orang tua siswa, bahkan lagi siswa sekolah rakyat. Namanya Sekolah Rakyat KDRR, sekolah rakyat terpadu Kabupaten Bogor.
Nanti, tapi nanti siswa di sana itu bukan cuma Bogor Pak, Pak Camat, ada dari ada sekitar 60 orang dari sekolah negeri. Karena memang sekolah rakyat ini kan harusnya masing-masing kabupaten membangun satu sekolah rakyat. Namun di Kabupaten itu belum ada, beberapa yang jadi. 60 orang. Menunggu permanennya ada di sekolahnya. Itu pun dari kota, ada sekitar 100 orang juga, nanti SMK dari kota, sehingga total pesertanya itu ada 100 yang dari kota, 50 yang kita lihat ke sana yang sekarang sekitar 80, dan 60 dari Kabupaten. Makanya total pesertanya sekitar 400-an. Orang tua yang harus bangga terpilih di sekolah rakyat. Karena sekolah rakyat ini merupakan salah satu program prioritas Presiden, program prioritas nasional. Fokusnya, targetnya untuk keluarga atau masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah terpencil dan luar itu diberdayakan. Artinya, kata Pak Cama