Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

PMII GMKI GMNI Gelar Seminar Perempuan Dalam Bingkai Demokrasi.

by Gardatipikornews
02 Juli 2023 - 372 Views

Timika - Papua Gardatipikornews.com tiga organisasi kelompok Cipayung yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) gelar seminar keperempuanan yang bertemakan "Perempuan Dalam Bingkai Demokrasi Di Kabupaten Mimika". Kegiatan tersebut berlangsung di Mels kafe jalan Hasanudin. Mimika. (1/7/2023)

Adapun narasumber yang dihadirkan yaitu, Yunita I. Koy, SH., MH sebagai repsentasi dari akademi, Peggi P. Pattipi, SE sebagai politisi dan juga Elisabeth I. Rahawarin, S.Si sebagai penyelenggara (Komisioner KPU Kabupaten Mimika).

Elisabeth I. Rahawarin, S.Si menyampaikan, Ia berterima kepada ketiga organisasi GMKI,  PMII, dan GMNI yang telah mengundangnya Sebagai narasumber.

 

"Saya berterima karna telah diundang untuk memberikan materi singkat pada seminar keperempuanan, secara pribadi menjadi keperihatinan saya, sebenarnya organisasi kepemudaan di Mimika ini. ada, cuman kurang diberikan ruang untuk bersuarah menurut saya secara pribadi," unjarnya

Elisabeth menyampaikan, "hal-hal yang perlu dikritisi contoh, jika undang-undang saja sudah mengatur keterwakilan tiga puluh persen, tidak punyak kewajiban misalnya. Siapa yang mau membantu mengkritisi kalau bukan organisasi-organisasi kepemudaan / ormas - ormas," tuturnya

Elisabeth juga berharap, "secara kongkrit dari kegiatan ini, ada satu rumusan tadi sudah di sampaikan bahwa mungkin undangan - undangan yang tadinya menghilangkan tiga puluh persen tapi kita kembalikan tapi, dengan kaya mutlak. Nah, bagaimana kita membangun satu langkah menuju mutlak itu, saya berharap diskusi jangan hari ini tapi berkala karna hari ini perempuan minim minat dalam bidang demokrasi," pungkasnya

Elisabeth memberikan contoh, jurusanya jauh dari bidang politik, sosial dan lainya. dikarenakan berani cobah dalam diskusi tersebut Elisabeth, juga menekankan kepada perempuan harus banyak belajar, berani mencoba dan banyak bergaul.

"Jujur saya belum dapat di teman-teman Muda khususnya di organisasi - organisasi kepemudaan yang ada di kabupaten Mimika," beber Elis

Lanjut Yunita I. Koy, SH., MH sebagai akademisi mengatakan, diskusi seperti ini sangat bagus, karna budaya patriarki/perempuan yang selalu dimarjinilisasikan dengan adanya diskusi seperti ini, perempuan dikasih peluang dari taraf yang paling kecil diskusi kelompok seperti ini," katanya

Yunita berharap, dari organisasi - organisasi selain Cipayung, tiga logo organisasi yang masuk dalam diskusi tersebut. Yunita berharap organisasi lain dapat melakukan hal yang sama.

Peggi P. Pattipi, SE sebagai politisi menambahkan, terkait dengan kegiatan seminar keperempuanan yang dilakukan oleh GMKI, PMII, GMNI Peggi mengatakan, baru pertama kali mengikuti seminar keperempuanan dan diminta menjadi narasumber.

"Saya berharap kedepan dengan adanya seminar ini, bisa mendidik perempuan - perempuan untuk minat politik. dan bisa dikembangkan lewat organisasi - organisasi yang ada di kabupaten Mimika," harap Peggi

Peggi juga mengajak, agar bagaimana mempersiapkan perempuan - perempuan, anak muda, anak kuliah, dan perempuan-perempuan yang lagi meniti karinya di Mimika.

"Saya berharap kepada organisasi - organisasi yang ada kabupaten ini, untuk membantu pemerintah daerah dalam mengkaderkan perempuan-perempuan. Agar lima tahun sekali partai politik tidak susah mencari perempuan-perempuan untuk berpolitik," tuturnya

Menurutnya, perempuan-perempuan mau untuk berpolitik tapi tidak diberikan kesempatan oleh pemerintah, menjadikan mereka kuat untuk bagaiman bisa maju dan berperan. dan ikut membangun kabupaten Mimika, lewat politik di DPR kabupaten maupun di DPR RI.

(Gtn.Papua)

Sebelumnya
Meriah Polda NTB Rayakan HUT Bhayangkara ke-77 di Halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara...
Selanjutnya
Jelang Final Race MX2 Dan MXGP Event Internasional Lombok, Polisi Berlakukan No Ticket No...

Berita Terkait :