Gardatipikornews.com
- Seperti ayam jantan kehilangan Taji,Pihak SMAN 1 Kota Bekasi Tidak Mau melayani awak media Yang Melakukan langkah klarifikasi perihal kecurangan PPDB yang sudah viral pemberitaan di beberapa media online. Panitia yang di minta klarifikasi lewat pesan whatshap beberapa hari terakhir enggan memberikan hak jawab alias bungkam. Seperti diberitakan beberapa media online beberapa waktu lalu,berbagai kecurangan dan permainan kotor yang dilakukan panitia PPDB SMAN 1 Kota Bekasi tidak mendapatkan klarifikasi dari Kepala sekolah maupun paniitia,bahkan momen kunjungan plt.walikota bekasi Tri Adhianto Tjahyono Ke SMAN Kepala sekolah Anung Edy Purwanto Lari terbirit-birit dari kejaran wartawan yang mencoba melakukan wawancara.
“Berbagai kecurangan dan permainan kotor yang dilakukan panitia SMAN 1 Kota Bekasi berawal adanya temuan LSM PERBINDO beberapa Calon Peserta Didik (CPD) yang masuk di tanggal 6 Juli & Juli & 8 Juli di luar ketentuan Ada yang berasal Luar Daerah Seperti Dari SMP Islam Boarding School Lembang jarak 303,961 meter ,SMP Taman Dewasa Karang anyar jarak 438,269 meter ,SMP Al Ma'hadul Islam Pasuruan jarak 278,784 meter .
“sesuai data masuk CPD diluar ketentuan PPDB ada tercatat 37 CPD yang masuk pertanggal 6 juli 7 Juli & 8 Juli dan jumlah siswa yang menjadi korban tergusur di luar ketentuan sebanyak 31 CPD yang seharusnya berhak di klasemen dan tidak tergusur akibat kecurangan yang dilakukan Panitia.
“Sampai Saat Ini Kepala Sekolah Bahkan Panitia Serta Humas SMAN 1 Kota Bekasi Tidak dapat melakukan Langkah Klarifikasi,Seperti ayam Jago Kehilangan Taji nya.
Pewarta : Safari Bono (GTN)