Bogor || Gardatipikornews.com -- Sabtu, 11 Juli 2026 Pemdes Cogreg menggelar pengajian bulanan BKMT yang kali ini Rw. 06 mendapat giliran untuk menyelenggarakannya. Untuk itu sejak pagi tampak Ketua Rw. 06 Asep Sunarya yang akrab dipanggil Cepoy sibuk mengatur segala sesuatunya.
Hadir pada pengajian tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cogreg Maesaroh, Ahmad Lubis, Kadus Abdul Haris/Bois, Kadus Sumantri, Ebiet, para Ketua Rt/Rw serta ratusan jamaah majelis taklim se Desa Cogreg.
Mewakili Kepala Desa Mad Yusuf Supriatna yang tidak sempat hadir karena tugas dan tidak bisa ditinggalkan, Ahmad Lubis (Acung) memberikan kata sambutannya:: "Alhamdulillah, beberapa kegiatan desa telah berjalan dengan baik. Berbagai program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan lancar berkat kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak. Semoga kegiatan-kegiatan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua.
Selanjutnya, kami ingin menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kecamatan Parung, yang dijadwalkan pada tanggal 22 Juni. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses.

Terkait dengan pawai ta'aruf, perlu kami sampaikan bahwa karena adanya keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Cogreg hanya dapat menyiapkan lima armada untuk mengangkut peserta. Kami mohon pengertian dari seluruh peserta apabila nantinya masih terdapat keterbatasan dalam fasilitas yang disediakan. Mudah-mudahan di kesempatan berikutnya Allah SWT memberikan rezeki yang lebih baik sehingga pelayanan dapat semakin maksimal.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelancaran dalam setiap kegiatan yang akan kita laksanakan."
Kemudian Ustadz yang memberi tausiyah hari itu membahas mengenai tabungan haji, dengan negara Malaysia sebagai tolok ukurnya yang dilihatnya sukses.
"Makanya kalau di Malaysia itu regulasi hajinya setiap tahun meningkat. Setiap tahun warga Malaysia yang mau berangkat haji itu disuntik sama pemerintah. Sementara di Indonesia sejak ada kementrian haji, disetiap provinsi diatur sama. Dengan masa tunggu 26 tahun. Jadi kalau sekarang usia 40 tahun, berangkat 66 tahun. Lama tuh? Lama. Jadi kalau pengen cepatbdaftar sekarang juga. Kalau haji plus, haji khusus, masa tunggunya tiga sampai tujuh tahun. Biaya daftar awalnya itu sekitar 4.500 dolar atau sekitar 75 juta. Itu untuk haji khusus. Nah, haji regular itu daftarnya berapa, Bu? 25 juta."
Pewarta: Agustion
Publikasi : Red@ksi.gtn.com