LOMBOK TIMUR - NTB | Gardatipikornews.com -
Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Paokmotong (FMP) kembali menggelar aksi demonstrasi di eks pasar Paokmotong yang merupakan lokasi pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Mereka tetap tegas menolak pembangunan proyek tersebut. Rabu (9/11/2022) Warga meminta Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Lombok Timur untuk menghentikan pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) karena tidak sesuai dengan keinginan masyarakat dan berada pada lokasi kawasan padat penduduk.
"Kami melakukan penyegelan proyek kawasan industri hasil tembakau (KIHT) saat ini karena masyarakat sekitar tidak pernah diajak musyawarah mengenai pembangunan proyek tersebut, sehingga kami masyarakat desa paokmotong merasa sangat kecewa, tidak hanya itu saja dengan adanya (KIHT) ini masyarakat bukannya mendapat manfaat malah sebaliknya yaitu dampaknya", ungkap Lalu Handani penangung jawab orasi (kordum).
Adanya proyek ini tentu akan berdampak langsung kepada masyarakat sekitar di lokasi pembangunan seperti dapat menimbulkan berbagai macam penyakit akibat dari polusi kawasan industri hasil tembakau (KIHT).
Pendemo lainnya (TGH.Muhammad Alwani Nasib kholini) dalam orasinya juga menyampaikan agar proyek ini tidak dilanjutkan karena akan berdampak kemudaratan bagi masyarakat paokmotong, sesungguhnya Allah SWT tidak meridhoi hal-hal yang bersangkutan dengan kerusakan.
"Kita akan tetap kawal sampai dengan lokasi pembangunan (KIHT) ini dipindahkan dan akan kita tutup dengan meminta secara baik-baik sehingga para pekerja tidak melanjutkan proyek tersebut, setelah itu kita juga akan melakukan pemasangan tenda sebagai tempat untuk berjaga-jaga", lanjutnya.
Beliau berharap agar tidak ada yang melakukan pengrusakan karena dari awal kita berjuang dengan cara yang baik, dan diakhir perjuangan kita juga harus tetap dengan cara yang baik jangan sampai ada yang melakukan pengrusakan.
Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam orasi, pihak kepolisian memperkuat pengamanan dengan melakukan Pengamanan Terbuka di bawah pimpinan Kabag ops Polres Lotim (Kompol Eko Mulyadi ) dan Pengamanan Tertutup di bawah pimpinan Kasat Intelkam Polres Lotim (AKP I Dewa Gede Meiriawan ,S.IK)
Aksi tersebut merupakan aksi jilid III yang dilakukan oleh (FMP) karena belum adanya respon dari beberapa tuntutan kepada pemerintah daerah untuk tidak melanjutkan pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) serta belum adanya kesepakatan pihak PT dengan masyarakat paokmotong.
*(Awin)*