Bekasi || Gardatipikornews.com -
Ketua umum lembaga LMPPSDMI menampung keluhan dari orang tua yang antri mendaftarkan anaknya masuk SMP negeri jalur Zonasi,terjadinya antri datang ke sekolah akibat daftar online lewat Aplikasi Bebunge yang sudah disiapkan pemerintah kabupaten bekasi,sering down error ketika CPD dan Orangtua CPD Mau Memasukkan Data Di kolom PPDB yang sudah tersedia,sewaktu pengisian data Server aplikasinya bisa kembali ke awal,itu terjadi berkali-kali,makanya kami datang langsung ke sekolah untuk mendaftar lewat panitia,ujar orang tua yang akan mendaftarkan anaknya ke SMP negeri 2 Cibitung. "Tapi malah panitia juga kewalahan juga, menunggu Servernya kembali normal akses Verikasi juga bermasalah lagi error," Ungkap ibu paruh baya ini Dari pantauan awak media di beberapa SMP terlihat kegelisahan CPD dan orangtua siswa datang kesekolah komplain karena eror, ternyata dari Dinas Pendidikan dan kominfo servernya tidak berjalan dengan baik yang mengakibatkan penumpukan orang tua datang sekolah. Menyikapi hal ini,Ketua Umum LMPPSDMI J.Leonard Butar-Butar menyayangkan terkait membludaknya orang tua datang ke sekolah,beliau mengatakan"Kajian pemkab bekasi dan disdik terhadap kesiapan Server PPDB Bebunge ini harusnya sudah dengan matang,dan tidak berimplikasi ke masyarakat yang akan mendaftarkan putra putrinya ke SMP,hadusnya seever ini sudah teruji belum Waktunya Dinas Pendidikan melakukan sistem perubahan karena sosialisanya sepertinya belum matang dan seandainya dipaksakan seharusnya jalur zonasi seharusnya pendaftarannya gelombang ke 2 dan pendaftaran jalur zonasi 80% juga diberikan 5 Hari waktunya singkat dengan,jadi kurang optimal,"ungkap Ketua Umum LMPPSDMI. Dirinya menyinggung pernyataan Pj Bupati Dani Ramdan dan Kepala dinas Pendidikan kabupaten bekasi Imam Faturohman,saat lounching Aplikasi PPDB beberapa waktu lalu.mengatakan,aplikasi PPDB Bebunge sudah dipersiapkan dengan matang,yang di kelola kominfosantik kabupaten bekasi dan disdik kabupaten bekasi,ternyata setelah proses PPDB Server nya bermasalah dan membuat CPD dan orangtua CPD pusing tujuh keliling,membuat kegaduhan di masyarakat. Ini harus di dengar Pj bupati dan Kadisdik keluhan masyarakat,harus turun langsung ke sekolah untuk mengatasi permasalahan,Pj Bupati dan Kadisdik membuat Aplikasi meninggalkan segudang persoalan dan tidak mau tau keluhan masyarakat nya,"sindir leo Pewarta:@Safari bono(GTN)