Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Ketua Umum Corak Sultra Resmi Laporkan PT. Bosowa Mining Terkait Dugaan Manipulasi Dokumen Penjualan Ore Nikel Sampai Dengan Praktek Jual Beli Dokumen Terbang (Dokter)

by Gardatipikornews.com
22 Juli 2025 - 183 Views

Konawe Selatan || Gardatipikornews.com -- Aktivitas jual beli dokumen di kabupaten Konawe Utara kian merajalela, dugaan manipulasi penjualan ore nikel sampai dengan penggunaan dokumen terbang (fliying document) sampai saat ini masih terus aktif PT. Bosowa Mining di duga kuat menjadi salah satu distributor dokumen terbang paling sering di gunakan para mafia tambang di wilayah blok. Morombo kabupaten Konawe Utara.

Fauzan Dermawan, Ketua Umum Corak Sultra mengungkapkan berdasarkan hasil investigasi kami bahwa PT. Bosowa Mining di duga kuat menjadi salah satu akses utama atas maraknya aktivitas ilegal mining di wilayah blok. Morombo pasalnya PT. Bosowa Mining di duga kerap kali memfasilitasi dokumen terbang (Dokter) kepada para pegiat ilegal mining.

PT. Bosowa Mining disinyalir menerima kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) fantastis sehingga besar dugaan kami manipulasi penjualan ore nikel sampai dengan melakukan aktivitas jual beli dokumen tidak terbendung lagi sehingga aktivitas ilegal mining di wilayah blok morombo terus merajalela hingga saat ini

Ironisnya kuota sebesar itu di duga tidak sebanding dengan cadangan nikel riil perusahaan tersebut sehingga untuk memenuhi kuota penjualan agar tak terkena pengurangan kuota RKAM langkah Manipulasi dan jual beli dokumen terbang menjadi akses utama PT. Bosowa Mining, ujarnya 

“Kuota RKAB yang tidak masuk akal ini kami duga kuat menjadi celah untuk melegalkan praktik penjualan ore nikel ilegal yang dilakukan oleh penambang-penambang tanpa izin,” tutur Fauzan.

Lebih lanjut," kami telah lakukan pelaporan ke Polda Sultra serta menyerahkan beberapa bukti-bukti valid tentang adanya dugaan penjualan dokumen terbang PT. Bosowa Mining mulai dari, LHV,SI hingga SKAB telah kami serahkan ke pihak Polda Sultra

“Olehnya itu PT. Bosowa Mining harus bertanggung jawab penuh atas Kerugian Negara yang cukup fantastis, bahkan dugaan keterlibatan langsung dalam memfasilitasi kejahatan pertambangan ilegal ini, 

Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga perampokan sumber daya alam di bumi anoa serta merupakan ancaman serius bagi lingkungan kabupaten Konawe Utara,” tegas Fauzan.

Oleh karena itu, Fauzan Selaku Ketua Umum Corak Sultra mendesak Polda Sultra untuk segera memanggil dan memeriksa direktur utama PT. Bosowa Mining yang di duga kuat telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan aktivitas jual beli dokumen terbang serta melakukan manipulasi penjualan ore nikel, demi tercapainya supremasi hukum di negara ini maka pimpinan PT. Bosowa Mining harus di adili sebagai mana hukum yang berlaku di negara ini.

Baginya, perusahaan tersebut telah menyalahgunakan wewenang dan diduga kuat menjadi dalang di balik maraknya penambangan ilegal di Blok Morombo, Konawe Utara.

Di lokasi yang sama, Ikra Muhammad Fadil juga menyoroti kinerja aparat kepolisian di Konawe Utara, khususnya Kapolres dan kasat Reskrim Polres konut yang di nilai tutup mata atas maraknya aktivitas ilegal mining yang sampai saat ini di nilai kebal hukum.

Ia menilai bahwa penegakan supremasi hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut sangat lemah, bahkan terkesan membiarkan dan melindungi praktik haram tersebut.

“Kami mendesak Polda Sultra untuk segera mencopot Kapolres Konawe Utara yang kami anggap gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum. Institusi kepolisian seharusnya berdiri tegak di atas kepentingan rakyat dan negara, bukan tunduk pada kepentingan korporasi tambang yang merusak,” seru Abdi dengan lantang.

Tak hanya itu, Ikra juga mendesak Polda Sultra untuk segera melakukan investigasi mendalam dan menindak tegas aktivitas penambangan ilegal di lahan yang beririsan dengan PT. Bosowa Mining dan PT. Karyatama Konawe Utara di Blok Morombo.

Problem Ini kami nilai cukup serius dan sangat merugikan negara maka dengan demikian kasus ini akan kami laporkan kembali ke Mabes Polri Dan Kejagung RI sampai pelanggaran tersebut benar benar di tindak lanjuti dengan menetapkan adanya tersangka.

( @idr. Kaperwil GTN**

Sebelumnya
Elang Yudantoro - Kelas Bisnis : Rawamangun Kreatif Resmi Diluncurkan Diawali Dengan Pelatihan...
Selanjutnya
Fahmi Di Duga Penyedia Excavator Merusak Sawit Milik Warga Masyarakat Kampung D.30 Kabupaten...

Berita Terkait :