Bogor || Gardatipikornews.com -- Pasien Bernama( S).alamat tarikolot desa cimande kecamatan caringin kabupaten bogor,memasuki IGD puskesmas cigombong.Beredar informasi mobil ambulance di puskesmas cigombong mengenakan tarif kepada pasien sebesar Rp (500).lima ratus ribu rupiah untuk mengantar pasin dari IGD pusukesmas cigombong untuk di rujuk ke rumah sakit paru cisarua. Hal itu pun dikeluhkan keluarga pasien karena dinilai memberatkan.
Keluhan pelayanan itu terjadi di Puskesmas cibombong kecamatan cigombong kabupaten bogor, pada 08 september 2025. Keluarga pasien yang tidak punya biaya juga menyayangkan tarif yang dikenakan tak pandang bulu karena dikenakan kepada warga yang kurang mampu.
Dari informasi yang beredar, keluarga pasien keberatan dengan banyaknya tarif yang di harus dibayarkan.

Dinkes menjelaskan, terkait tarif layanan ambulans sudah diatur melalui Perda Jawa barat Nomor 8/2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah jawa barat, apabila informasi dugaan tersebut benar akan ada sanksi tegas.
"Ada sanksi tegas sesuai dengan aturan yang akan kita berikan, tapi akan kita cek terlebih dahulu di lapangan. Semuanya sudah diatur, jadi kalau memang nanti terbukti tidak sesuai kita akan tindak tegas," katanya.
Ahir nya pasien di bwa pulang dulu ke rumah nya,naek angkutan umum..di karnakan tidak punya biaya untuk bayar mobil ambulans.dengan alesan BPJS pasien nya sudah tidak aktip.dengan dalil dokter puskesmas,di puskesmas di sini tidak ada ruangan kalo d rawat di sini dan kurang lengkap peralatan nya dah aja di rujuk ke RS paru cisarua?
Pihak keluraga pasien langsung nemuin pihak supir ambulans puskesmas cigombong menawar harga.jawab nya iya bener bayar biasa kalo ke cisarua sebesar 500ribu..kalo BPJS tidak aktip..tapi saya juga supir gimana orang dalam"ujar nya
(H.jajuli kabiro bogor)