Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Kapolres Kab. Sukabumi Dorong Swasembada Jagung Lewat Program Ketahanan Pangan di Desa Sukasirna

‎Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian Dorong Swasembada Jagung Lewat Program Ketahanan Pangan Di Desa Sukasirna
by Gardatipikornews.com
08 Oktober 2025 - 92 Views

Kabupaten Sukabumi,  Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si, mendorong terwujudnya swasembada jagung nasional melalui program ketahanan pangan yang digelar di Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Desa Sukasirna dan BUMDes Cipta Karya Mandiri, dengan dukungan Dana Desa tahun anggaran 2025.

‎‎Kegiatan penanaman jagung secara serentak ini dilaksanakan di lahan seluas sekitar 4 hektare, sebagai bagian dari upaya bersama membangun budaya bertani di masyarakat.

‎‎“Program penanaman jagung ini adalah bagian dari gerakan nasional. Kebetulan di Sukabumi dilaksanakan di Desa Sukasirna. Kita harapkan kegiatan ini bisa membangun habit baru masyarakat dan kelompok tani untuk terus bercocok tanam,” ungkap AKBP Samian.


‎‎Menurutnya, jagung merupakan komoditas penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional karena berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak dan sumber protein hewani.

‎‎“Pemerintah sudah menyiapkan kebijakan agar hasil panen jagung petani diserap dengan harga yang baik. Harga di tingkat petani sekitar Rp5.500 per kilogram, sementara di gudang Bulog mencapai Rp6.400. Ini menjadi stimulus agar petani tidak bingung saat panen melimpah,” jelasnya.

‎Sementara itu, Kepala Desa Sukasirna, Riswandi, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah awal untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan. Lahan yang digunakan saat ini merupakan milik warga, yaitu Agus, yang digarap bersama dalam kerja sama antara desa dan kelompok tani.

‎ “Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong untuk bertani. Selain meningkatkan penghasilan warga, juga dapat memperkuat ekonomi desa dan mendukung program pemerintah tentang swasembada pangan,” ujar Riswandi.

‎Program ketahanan pangan Desa Sukasirna ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian dan membangun kemandirian pangan di tingkat lokal.

‎( @MardiGTN.com

Sebelumnya
Pengacara Henry Pakpahan Dan Octo Simangunsong Angkat Bicara Sebut Laporan Penyerobotan Lahan...
Selanjutnya
Keluhkan Keluarga Pasin Yang Tidak Mampu,Pasien Di Rujuk Ke Rumah Sakit Paru Cisarua Harus Bayar...

Berita Terkait :