Gardatipikornews.com
- Berkaitan dengan adany dugaan Mark'uf jumlah siswa yang berada di sekolah SMAN 1 Malingping Desa.cilangkahan kec.malingping kab.lebak.banten kepala sekolah Mursidi memberika jawaban malalui via WhatsApp selulernya ia mengatakan bahawa saya mohon maaf jika saya lambat membalasna/ngerespon karena HP bapak memang belakangan serimg gangguan mungkin karena sudah paktor umur/sudah tua hendpon nya termasuk saya.terangya Masih menurut mursidi Tanggapan dari bapak kurang lebih gini Sekolah Bapak pada setiap tahunnya pendaftaran melebihi kuota ngapain harus memark'uf jumlah siswa barangkali akang agak kurang lengkap dalam memahami regulasi acuan pemerintah dalam pembayaran atau dalam menyalurkan Dana BOS kesekolah-sekolah, lainnya beberapa tahun terakhir penyaluran Dana BOS didasarkan pada Cut Of per tgl 31 Desember dan di tahun sebelumnya untuk membayar di tahun ke tahun berjalan dengan baik,,ujarnya Mursidi Masih mursidi Atau lebih jelasnya gini misal pembayaran untuk di tahun anggaran 2022 hal itu ditentukan oleh cut of tgl 31 Agustus tahun 2021 terlepas di tahun 2022 nanti ada siswa yg masuk atau keluar atau ada penambahan atau pengurangan dari pemerintah selama setahun tidak akan menambah atau mengurangi jumlah anggaran yang diberikan pemerintah terkecuali ditahun berikutnya misalnya tahun 2023 itu akan dibayarkan sesuai jumlah siswa yang ada pada saat cut of tgl 31 Desember 2022 jadi seperti itu kang, Selanjutnya mursidi melalui Via chat watsapnya pada tgl 10-09-2023 Atau kalau boleh bapak lebih diperjelaskan lebih gampang lagi gini kang perhitungannya, misal disuatu sekolah A cut of tgl 31 agustus 2021 500 siswa maka pada tahun anggaran 2022 dari Januari sampai Desember akan dibayar kan sesuai jumlah siswa 500 itu saja terlepas di bulan dalam setahun itu ada penambahan atau pengurangan siswa, berikutnya juga baru bisa cut of tahun berikutnya pada tgl 31 Desember 2022 ada penambahan juga jadi 600 siswa maka sekolah tersebut di tahun anggaran berikutnya tahun 2023, baru akan ditambahkan dana BOS nya sejumlah 600 siswa selama tahun 2023 terlepas dibulan tertentu ada siswa yang keluar atau yang masuk, begitu ya kak semoga tanggapan bapak bisa dipahami dan cut of itu per tgl 31 agustus bukan per tgl 31 Desember, pemerintah bayar sesuai dengan cut off tgl 31 agustus tahun sebelumnya untuk tahun anggaran yang sedang berjalan termasuk sekolah bapak, hanya kebanyakan sekolah, terlebih kemarin dimasa pandemi covid 19 sebelumnya januari tahun berikutnya atau bulan september sampi Desember, sebulan sampai 3 bulan setelah cut off kadang jumlah siswa sudah ada yang berkurang, untuk sekolah bapak, seperti yang telah bapak sampikan dari awal saat beberapa tahun terakhir selalu menolak atau membuang pendaftaran karena kelebihan pendaftaran atau tidak bisa menampung semua pendaftaran jadi buat apa hrs melakukan penambahan murid lagi.Ungkapnya Namun di saat waktu bersamaan awak media meminta penjelasan berkaitan dengan jumlah Siswa-siswi yang diduga ada perbedaan atau lebih yang dibayarkan oleh pemerintah dengan jumlah Siswa-siswi 994 dan yang tercantum di dapodik sekitar 967 siswa data yang tercantum didapodik begitu juga apa yang telah di sampaikan oleh mursidi selaku kepala sekolah SMAN 1 Malingping dan begitu juga yang di sampaikan oleh bangkit sebagai kesiswaan hingga saat ini belum juga ada penjelasannya. Di tempat terpisah awak media mencoba mendatangi kqntor Wilayah KCD kab.lebak guna untuk melakukan konfirmasi namun sangat di sayangkan Gugun Nugraha tidak ada di tempat menurut informasi ia lagi ke serang ke kantor dinas propinsi Banten, sehingga pihak media berusaha mencoba menghubungi Kepala KCD melalui via telpon seluler WhatsApp nya guna untuk mendapatkan informasi yang akurat namun hingga saat ini di saat menghubungi melalui via pesan aplikasi WhatsAppnya namun masih tidak ada tanggapan atau pun jawaban juga dari Gugun Nugraha sebagai Kepala KCD kab.lebak - Banten ( @Syam.gtn )