Tangerang] Gardatipikornews.com – Dinas Tata Ruang & Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang dinilai perlu lakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembangunan gedung serbaguna wisma mas 1 Rw/014 Kelurahan Kuta Jaya Kecamatan Pasar kemis yang diduga bermasalah (Rabu 27/09/2023)
Evaluasi secara menyeluruh tersebut dinilai perlu dilakukan sebagai upaya dini pencegahan dampak kerugian keuangan negara didalam plaksanaan proyek tersebut.
Di ketahui didalam pelaksanaan proyek tersebut nampak terlihat beberapa proses pengerjaan yang diduga kuat tidak sesuai Spek Teknis Kegiatan dan Rancangan Anggaran Belanja(RAB)
Ketidak sesuaian tersebut nampak terlihat mulai dari tidak terdapatnya penerapan Standar Menejemen K3 hingga sampai pada proses Cor Slup yang terisi belahan batu bata serta nampak pula beberapa pembesian diduga kuat menggunakan besi banci, yang tentunya hal tersebut dinilai janggal dan sangat berpotensi dapat merugikan keuangan negara apabila proses transaksi pembayaran tetap dilakukan.
Salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya ketika di wawancarai prihal kegiatan tersebut menuturkan bahwa proyek tersebut belum lama dimulai.
Ia pun menambahkan meskipun sering melintas dirinya belum pernah melihat adanya belum pernah melihat para pekerja yang menggunakan Alat Pelindung Diri(APD)dengan lengkap.
"Kalo kerjaan nya belum lama sih dimulai nya pak, selama saya melintas paling yang dipake rompi pak, ada juga kadang helm, tuturnya.
Di tempat yang berbeda salah satu pekerja ketika ditanya seputar kegiatan tersebut mengatakan ketidak tahuan nya prihal dengan mengatakan bahwa mereka hanya pekerja biasa.
"Kalo pemborongnya gak tau pak, kita cuman kerja biasa aja coba aja pak kemandor.ucap pekerja
Belakangan di ketahui proyek tersebut berjudul "Pembangunan Gedung Serbaguna Wisma Mas 1 Rw 14 yang di kelola oleh Dinas Tata Ruang,Bangunan dengan Nilai Kontrak Rp. 386,303,000.00 yang bersumber Anggaran APBD Kabupaten Tangerang T.A.2023 yang selanjutnya dilaksanakan dan dikerjakan oleh PT. SUMBER MULIA INTERNUSA.
Hingga sampai saat ini baik pihak kontraktor maupun pihak DTRB Kabupaten Tangerang belum dapat di temui dan di konfirmasi lebih lanjut.
(Reporter: Team)