Bogor || Gardatipikornews.com -- Dalam ajaran Islam, memberikan santunan kepada anak yatim, janda lansia serta dhuafa memiliki makna yang mendalam. Bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang kasih sayang, perhatian, dan kepedulian terhadap golongan yang membutuhkan.
Orang yang gemar memberikan santunan kepada anak yatim akan mendapatkan kedudukan yang mulia di hadapan Rasulullah SAW dan Allah SWT. Dalam Hadits Riwayat Bukhari, disebutkan bahwa kedudukan orang yang gemar menyantuni yatim di surga akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan beliau.
Berdasarkan hadits tersebut, pada hari Sabtu 14 Maret 2026 Pukul. 14.00 Comunitas Anak Muda Rahmat Yasin (Camry) Kec. Ciseeng membagikan 100 paket santunan kepada anak yatim, janda lansia serta dhuafa. Kegiatan tersebut diselenggarakan dikediaman Tatang (Gepeng) di Kp. Parung Leungsir Rt. 001/Rw. 02 Ds. Karihkil Kec. Ciseeng Kab. Bogor.
Menurut informasi Tatang yang akrab dipanggil Gepeng bahwa kegiatan santunan tak akan terselenggara bila tanpa bantuan dari: Ketua Baznas Kab. Bogor Drs. KH. Lesmana, Owner DEJAN PC (pemilik Careguard Jasa Indonesia) H. Samsunan, Owner Dua Putra Banten Jaya H. Ridwan Saputra (H. Endo), Ceo DNS Akmar Jaya Abah Denis, Ceo Fingky Shop 23 Eko Waluyo, Ceo Titisan FC Sarip (Bos Juki),
Tatang menuturkan kepada awak media GTN bahwa awalnya acara akan dimulai Pukul. 15.30 namun dikhawatirkan hujan, sedangkan lansia yang hadir cukup banyak, maka ia berinisiatif untuk mempercepat penyalurannya.
Tatang (Gepeng) mengingatkan bahwa kegiatan santunan dapat melunakkan hati. Ketika kita berbagi dengan anak yatim, mengusap wajah mereka, dan memberikan makanan dari rezeki kita, hati kita akan menjadi lebih lembut dan kebutuhan kita akan terpenuhi.
Santunan untuk anak yatim, papar Tatang kembali, dapat membantu menumbuhkan nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama manusia. Anak yatim sering kali berada dalam kondisi kurang mampu. Dengan memberikan santunan, kita berkontribusi dalam upaya menuntaskan kemiskinan dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Melalui santunan, kita memupuk pribadi yang baik, berbagi, dan berkasih sayang terhadap sesama. Ini adalah bagian dari ajaran Islam yang mengajarkan kebaikan dan kepedulian. Dengan saling membantu dalam beramal baik, kita mempererat persaudaraan sesama muslim. Santunan menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan anak yatim dan keluarganya.
Pewarta: Agustion/ Revi/Wahyu