Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

BPSDM Kemendagri Dan KAS Jerman Gelar Workshop Antikorupsi Bagi ASN Untuk Bangun Wawasan, Empati, Dan Integritas

by Gardatipikornews.com
23 Juli 2025 - 141 Views

Bandung || Gardatipikornews.com -- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman menggelar Workshop Pembekalan Nilai-Nilai Antikorupsi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Workshop ini difokuskan pada pembekalan nilai-nilai antikorupsi berbasis pemahaman, empati, serta penguatan karakter ASN yang profesional dan berintegritas. Kegiatan dilaksanakan pada 22–24 Juli 2025 di Hotel Artotel Suites Aquila, Bandung, Jawa Barat.

Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono secara resmi membuka workshop yang diikuti oleh 25 peserta terpilih dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi yang tidak hanya menyasar aspek kognitif, tetapi juga membangun empati dan integritas personal dalam diri ASN.

“Korupsi bukan hanya persoalan moral, tetapi juga sistem dan keteladanan. Upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya dengan regulasi. Kita harus memulainya dari pendidikan, pelatihan, dan pembentukan kesadaran. ASN memegang tiga peran vital, sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, dan perekat bangsa,” katanya, Selasa (22/7/2025).

Sugeng juga mengangkat data Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang berada di angka 37, menempatkan Indonesia masih dalam posisi menengah di antara negara-negara ASEAN. Menurutnya, hal ini menjadi refleksi bahwa upaya pemberantasan korupsi harus terus ditingkatkan melalui pendekatan struktural dan kultural.

Ia menggarisbawahi bahwa diklat seperti ini merupakan bagian dari solusi sistemik, mulai dari pendidikan, pengawasan independen, pemberlakuan sanksi dan kode etik, hingga ekspos layanan melalui maklumat dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sementara itu, perwakilan KAS Jerman selaku Liaison Manager Ari Dharma Strauss, dalam sambutan pembukaan, menyampaikan harapan agar workshop ini menjadi ruang pembelajaran yang bermakna bagi para peserta. Ia berharap, workshop ini bisa menjadi ruang belajar sekaligus refleksi mendalam bagi para ASN.

“Semoga selamat mengikuti workshop ini sebagai sumber inspirasi pengetahuan dan dorongan moral untuk bersama-sama melawan korupsi,” ucapnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk konkret kolaborasi antara BPSDM Kemendagri dan KAS Jerman yang telah terjalin lebih dari satu dekade. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi materi, diskusi kelompok, dan studi kasus yang bertujuan menumbuhkan kesadaran kritis dan komitmen kolektif dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan akuntabel.

Sumber : Puspen Kemendagri

( @Red@ksi.gtn.com**

Sebelumnya
Asco Daihatsu Hadirkan Pameran Dekat Warga, Mobil Impian Kini Lebih...
Selanjutnya
Wamendagri Bima Arya Dukung Buton Tengah Menjadi Kota...

Berita Terkait :