Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Pendidikan - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

POLEMIK SPMB SMAN 4 KOTA BEKASI: Dugaan Kecurangan Jalur Domisili Tahap 2 Kembali Mencuat

by Gardatipikornews.com
17 Juli 2026 - 27 Views

Bekasi || Gardatipikornews.com --  Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 4 Kota Bekasi kembali menuai polemik hangat. Pada pelaksanaan SPMB Tahap 2, dugaan kecurangan terkait manipulasi Jalur Domisili kembali mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan tajam publik.

Kejanggalan tersebut dinilai sangat mencolok lantaran jarak radius tempat tinggal para Calon Murid Baru (CMB) yang diterima nyaris seragam dan dinilai tidak rasional untuk wilayah padat penduduk.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 33 nama yang dinyatakan lolos melalui Jalur Domisili pada Tahap 2 SPMB di SMAN 4 Kota Bekasi. Jarak hunian seluruh CMB tersebut terpantau berada di radius bawah 750 meter dari sekolah.

Radius 'Seragam' di Bawah 750 Meter Jadi Pertanyaan

Kejanggalan ini memicu kecurigaan kuat adanya indikasi manipulasi data kependudukan. Jika mengacu pada tahap pemetaan awal, posisi kuota Jalur Domisili pada tahap 2 ini seluruhnya terkunci di jarak yang sangat dekat secara konstan.

"Jika datanya benar dengan radius di bawah 750 meter itu saat tahap pemetaan, CMB tahap 2 masih saja konstan di radius 750 meter. Karena itulah kami yakin, patut diduga terjadi polemik yang sama, yaitu dugaan kecurangan Data Domisili di SMAN 4 Bekasi," ungkap sumber yang memantau jalannya SPMB tersebut.

Respon Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bekasi

Guna mendapatkan perimbangan berita, Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bekasi, Rusti, dimintai penjelasannya perihal polemik yang tengah bergulir. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis (16/07/2026), Rusti menepis adanya pelanggaran dan menegaskan bahwa panitia sudah bekerja sesuai aturan.

"Ijin pak menyampaikan bahwa panitia SPMB sudah melakukan tugas sesuai juknis (Petunjuk Teknis). Adanya info tersebut kami juga tidak tahu sumbernya darimana. Tapi Insya Allah kami sudah melaksanakan sesuai ketentuan," jelas Rusti melalui pesan tertulisnya.

Hingga berita ini diturunkan dan masuk ke meja redaksi, belum ada informasi pasti maupun langkah konkret dari pihak dinas terkait mengenai penyelesaian polemik SPMB di SMA Negeri 4 Kota Bekasi ini. Publik dan para orang tua murid berharap ada transparansi dan evaluasi menyeluruh agar asas keadilan dalam penerimaan siswa baru dapat ditegakkan.

Pewarta : Safari Bono (GTN)

Publikasi  : Red@ksi.gtn.com 

Sebelumnya
KETIDAK ADILAN JAM MENGAJAR: PERBEDAAN PEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR GURU ASN DAN PPPK PENUH WAKTU...
Selanjutnya
Sinergi Membangun Pendidikan: DPD Jwi Sukabumi Raya.dan Disdik Kabupaten. Perkuat Transpansi,...

Berita Terkait :