Bogor || Gardatipikornews.com -- Bertempat di Masjid Jami Asy Syukur yang berada di lokasi Kp. Gunung Kapur Rt. 003/Rw. 05 digelar pengajian rutin bulanan MUI Kec. Ciseeng (Minggu, 20 Juli 2025) dimulai pada Pukul. 08.00 sampai selesai.
Hadir pada pengajian bulanan Kettua Dkm Masjid Jami Asy Syukur H. Sardi yang menyambut hangat orang No. 1 Desa Cihowe Kepala Desa Wahyudin, Ket. MUI Lec. Ciseeng Ustd. H. Acep Sutisna S.Ag, Ket. MUI Desa Cihowe Kiyai M. Dalail Mashuri, Sekcam Ahmad Rosadi S.Ag, Bpd Ds. Cihowe, Ketua Rt/Rw/Kadus, para Ketua Mui Desa se Kec. Ciseeng, Mwcnu: Suherman, Deri Jaya, sekretaris Mui Ds. Cihowe Dedy Heryanto, KH. Sirojudin, para jamaah pengajian Kec. Parung, tokoh agama/masyarakat/pemuda serta warga Kp. Gunung Kapur.
Awal sambutan yang diberikan Ustd. Anton selaku pengatur acara kepada Ketua DKM Masjid Jami Asy Syukur H. Sardi. Ia mengucapkan rasa syukur atas kehadiran para jamaah ke masjid yang menurutnya berada di pojok, jauh dari jalan raya sehingga jamaah yang menggunakan kendaraan roda 4 harus diparkir jauh dari masjid. Dan atas nama pengurus Masjid Jami Asy Syukur H. Sardi memohon maaf karena tempat, sambutan serta pelayanan yang masih banyak kekurangan.

Ketika dimintakan sambutan, Kepala Desa Cihowe Wahyudin meminta Ketua Rw. 05 Marta untuk mewakilinya. Marta dalam sambutannya memapatkan kandungan ayat Al Hujurat ayat 13, yang artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari laki-laki dan perempuan, menjadikan mereka berbeda-beda suku dan bangsa, agar mereka saling mengenal dan berinteraksi. Tujuan utama dari perbedaan ini adalah untuk menciptakan kebersamaan serta saling melengkapi di muka bumi.
Dedy Heryanto yang mewakili Mui Ds. Cihowe dengan terbuka mengatakan kalau Masjid Asy Syukur adalah masjid yang terisolir, berbatasan dengan Desa Bojong Indah Kec. Parung dan Ds. Ciseeng. Satu dari 9 masjid yang ada di Desa Cihowe. Namun demikian, warga desa tetap antusias datang pada saat acara pengajian rutin bulanan Mui Kec. Ciseeng hari ini. Semangat yang sangat luar biasa.
Ketua MUI Kec. Ciseeng H. Acep Sutisna pada saat sambutan dengan jujur memaparkan kalau lembaganya tidak mempunyai anggaran untuk menyelenggarakan pengajian rutin bulanan, sehingga kegiatan tersebut diserahkan kepada 10 pemdes yang ada di Kec. Ciseeng. Mesjid yang berbatasan dengan desa-desa lain kecamatan sering dipenuhi oleh jamaah dari desa kecamatan lain, dan itu tidak menjadi masalah.
Tiba pada acara inti, pengkajian kitab-kitab seperti Fathul Muin hal 25 baris 17 oleh Kiyai M. Dalail Mashuri, Kitab Salalimul Fudhola oleh Ustd. Edih S.Pdi, dan Kitab Kifayatul Awam bersama KH. Sirojudin yang membahas mengenai Tauhid.
Sekcam Ahmad Rosadi S.Ag mewakili Plt. Camat Adhi Nugraha S.Stp MH yang berhalangan hadir, mengucapkan syukur alhhamdulillah melihat banyaknya jamaah yang hadir hari ini untuk menuntut ilmu. Ia juga mengingatkan untuk selalu mengutamakan adab pada orang lain.
Pewarta: Agustion/Sapuani/Aria