Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Menyambut Tahun Baru IMSAK NTB Jakarta Adakan Diskusi Sebagai Tonggak Awal Gerakan

by Gardatipikornews
28 Desember 2022 - 573 Views

JAKARTA | Gardatipikornews.com - 


Menjelang awal tahun 2023, Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) NTB Jakarta melakukan refleksi akhir tahun dan serial diskusi tokoh bangsa, yang dilaksanakan di Selasar FISIP UIN Jakarta. Hal itu disampaikan Kabid Kajian dan Pelatihan IMSAK NTB Jakarta Maulan PM, Rabu (28/22). "Teladan yang telah diberikan oleh Guru Bangsa Gus Dur harus menjadi inspirasi dalam setiap langkah dan gerak baik individu maupun organisasi”. Tambah Maulana PM yang juga Mahasiwa PTIQ Jakarta. Ditempat yang sama Fariq Khatami selaku Ketua umum IMSAK NTB Jakarta, menegaskan bahwa diskusi kali ini adalah tonggak awal diskusi IMSAK NTB Jakarta yang dari tahun 2019 “mati suri” kini dimulai, karena bagimanapun Marwah dari IMSAK adalah “membaca, diskusi dan menulis” tiga poin ini sudah semacam jati diri kawan-kawan mahasiswa Sasak Ciputat yg terhimpun dalam IMSAK NTB Jakarta. Diskusi ini mendatangkan, Helmy Hidayatullah, MA sebagai pembicara, dalam penjelasnya mengingatkan bahwa sudah tiga belas tahun sejak 30 Desember 2009, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meninggalkan kita. Banyak jasa, peninggalan tetapi juga kontroversi yang ia wariskan. Salah satu peninggalan itu adalah pemikiran Islamnya yang ternyata berpijak dari suatu humanisme Islam. Sayang, banyak yang tak memahami hal ini sehingga pemikirannya sering disalahtafsirkan. Terang Alumni Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Humanisme Islam adalah dasar normatif dan muara etis dari segenap pemikiran Gus Dur. Sejak pribumisasi Islam, Islam sebagai etika sosial, negara kesejahteraan Islam hingga pluralisme agama. Dengan demikian, humanisme Gus Dur bukan antroposentrisme yang meniadakan agama dan Tuhan. Sebaliknya, ia berangkat dari pemuliaan Islam atas manusia, di mana manusia menjadi subjek sekaligus objek humanisasi kehidupan, karena Allah telah menitahkannya. Tegas Dosen STIT Otto Iskandardinata yg juga alumni IMSAK Jakarta. kegiatan ini diharapkan mampu merawat kembali pemikiran gusdur untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. d4nd1
Sebelumnya
Jelang Akhir Tahun H.Ahmed Zaki Iskandar, Rotasi Sejumlah Pejabat Lingkup Pemerintah Kabupaten...
Selanjutnya
Biddokkes Polda Sulteng Berikan Yankes Personil Pospam...

Berita Terkait :