Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Mengungkap Penomena Kejanggalan Dalam Program PIP Yang Ada di Sekolah SMP PGRI 1 Cidahu : Kelalayan dan Ketelodaran Siapa ???

by Gardatipikornews
07 Januari 2025 - 669 Views

Kabupaten Sukabumi,  Jawa Barat ||  Gardatipikornews.com -

  menyusul hasil konfirmasi pada Senin tanggal 06-01-2025 kemarin rekan media terus mencoba menggali informasi baik di wilayah sekolah yang di duga Lalay dalam proses penyaluran program indonesia pintar maupun di sekolah lain untuk bahan perbandingan kepada penerima manfaat maupun mekanisme yang sebagaimana mestinya. Selasa 07-01-2025 Mengacu kepada salah satu nama siswi yang di samarkan namanya sebut saja mawar. ia di Tahun 2023 terdaptar sebagai siswi sekolah SMP PGRI 1 Cidahu tersebut hanya 1 bulan lamanya ini di perkuat oleh keterangan orang tua dan anak nya saat di sambangi oleh rekan media di kediaman nya. Ibu dari mawar ( samaran ) ia pak anak saya dulu di tahun 2023 pernah masuk sekolah di SMP PGRI tapi cuma 1 bulan,sekarang tidak sekolah lagi ada di rumah aja,di tanya sebab ia berhenti ibu mawar menjelaskan waktu di sekolah suka di suruh-suruh oleh teman nya dan di ejek jadi anak saya gak mau lagi di situ ia memutuskan untuk berhenti saja sekolah,dulu juga ada guru dari pihak sekolah datang dan menanyakan kenapa tidak sekolah dan saya bilang seperti itu saja terus saya bilang anak saya mau berhenti saja dan membuatlah surat pernyataan pemberhentian sekolah anak saya. Jelas ibu kepada awak media Ketika awak media kembali mencoba bertanya kepada mawar apakah masih ingin sekolah atau tidak dia hanya bisa menjawab dengan menggelangkan kepala seperti nya ia merasa trauma atas apa yang terjadi di tahun lalu mengenainya,lalu rekan media lain menawarkan untuk sekolah paket atau biasa di sebut PKBM akan tetapi mawar masih saja membungkam bahkan tidak sedikit warga dan tetangganya pun memberikan saran supaya mawar bisa mengenyam pendidikan meski lewat paket. "Atuh mening miluan PKBM daripada teu sakola pisan ke maneh bisi Aya milikna pan bisa gawe atau naon we Ari boga persyaratan ijazah mah.cetus salah satu warga. Awak media mencoba menanyakan perihal temuan di lapangan kepada lingkungan dinas pendidikan melalui pesan singkat whatshap terkait mawar yang tidak lagi tecantum di sekolah apakah masih bisa mendapatkan program indonesi pintar (PIP) dan menjawab ? pami tos kaluarmah TOS teu nampi program indonesia pintar (kalo sudah keluar tidak menerima program indosia pintar). Jawab nya Setelah kemarin hasil konfirmasi dari sekolah tersebut kami tetap meneruskan penelurusan atau investigasi kembali untuk menguak apa saja yang Terjadi dalam program PIP yang ada di sekolah tersebut dan menjadikan barometer mengenai temuan kami awak media, perihal mawar yang sudah tidak lagi mengenyam pendidikan atau berhenti sekolah di SMP tersebut di tahun 2023 dan itupun hanya masuk dalam kurun waktu 1 bulan saja lamanya akan tetapi ia masih mendapatkan program indonesia pintar di tahun 2023-2024 di perkuat hasil pengecekan NISN yang ada di rapot sekolah sebelumnya. Menurut Aruswan Sebagai Pemerhati pendidikan,  mengungkapkan, Bahwa Masih ada Bully di dunia Pendidikan yang terjadi, sangat miris sekali sampai siswa tidak mau melanjutkan sekolahnya.ini perlu jadi pengawasan pihak Dinas Terkait dalam mensosialisasikan Bully di tingkat pendidikan, bukan hanya merk dan spanduk saja terpampang Stop Bully, akan tetapi masih terjadi. Selanjutnya terkait PIP apabila siswa sudah keluar atau tidak melanjutkan sekolah lagu, maka harus segera di keluarkan dari dapodiknya, supaya tidak keluar PIP atas nama tersebut, apabila tidak dikeluarkan maka akan terus menerus mendapatkan PIP dari pemerintah, apalagi siswa tersebut sangat layak mendapatkan bantuan PIP Tersebut.tuturnya. Kami berharap Dinas terkait segera menindaklanjuti permasalahan yang ada didunia pendidikan ini. ( @Hasan. Kabiro.gtn )
Sebelumnya
KASTA NTB Bersama PT.Autore Membantu Korban Banjir Desa Ganti dan Sekitarnya...
Selanjutnya
Ditpolairud Polda NTB Gelar Patroli Cooling System Pasca Pilkada di Pesisir Lobar dan...

Berita Terkait :