Kabupaten Bekasi || Gardatipikornews.com
- Sejumlah dugaan Pungli awal tahun ajaran 2024/2025 di SMP Negeri 3 cikarang barat terkuak,mulai dari uang bangunan 300.000/siswa kelas VII dan uang seragam 1.000.000 sergan laki laki dan 900.000 seragam siswa perempuan. Mangadar Ketua Umum LSM LAPAN TIPIKOR INDONESIA mengatakan kepada awak media,Pungutan tersebut Merupakan Laporan Orangtua siswa kelas VII pada awal tahun ajaran,bukan hanya itu,kami juga melakukan Investigasi Pada Anggaran Biaya Perawatan Sarana dan prasarana yang tidak di laksanakan sesuai pelaporan Keuangan,"tandasnya.
Menurut mangadar,"sejumlah Pungutan ini akan di tindaklanjuti ke APH untuk di lakukan penyelidikan karena sangat membebani Peserta didik atau orangtua murid,serta mengkangkangi surat edaran Kepala dinas Pendidikan,"ujar mangadar.
Untuk anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana misalnya lanjut mangadar,"setiap Tahun Kelapa sekolah Melaporkan Biaya Pemeliharaan ratusan juta rupiah,namun sesuai fakta fisik dilapangan,bahkan Penggantian Plafon saja biaya yang sangat murah tidak pernah dilakukan,terlihat Plafon ruang kelas Rusak di biarkan tanpa ada Perbaikan,lantas kemana saja biaya pemeliharaan sarana dan prasarana itu di realisasikan,"tanya mangadara.
Sementara itu,kepala sekolah SMP Negeri 3 Cikarang Barat Syafruddin Di Konfirmasi lewat WhatsApp perihal Dugaan Pungli ini dan dugaan mark Up biaya pemeliharaan sarana dan prasarana ini,tidak ada Jawaban,bahkan Kepala sekokah di sambangi ke kantornya kamis 24/04/25 tidak berada di sekolah,bahkan dikabarkan kepala sekolah jarang masuk.
Pewarta : Safari Bono (GTN)