Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Mendagri: Penugasan Pascabencana Aceh Tamiang Jadi Praktik Nyata Ilmu Pemerintahan Bagi Praja IPDN Dan ASN

by Gardatipikornews.com
04 Februari 2026 - 103 Views

Aceh Tamiang || Gardatipikornews.com -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penugasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya merupakan bagian dari misi kemanusiaan, tetapi juga menjadi praktik nyata penerapan ilmu pemerintahan bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri.

Mendagri yang sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menjelaskan bahwa Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah yang terdampak paling parah akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kondisi geografis yang berada di dataran rendah dan dilalui sungai besar membuat wilayah ini menerima limpahan air dari daerah hulu. Kondisi tersebut menyebabkan lumpur dan kerusakan meluas, termasuk pada kompleks perkantoran pemerintah kabupaten.

"Mempraktikkan ilmu pemerintahan dalam negeri. Yang belum tentu semua angkatan lain, di tahun-tahun ke depan, atau tahun-tahun sebelumnya, mengalami pengalaman yang dialami Adik-Adik semua," katanya pada acara Apel Pemulangan Personel Satgas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (3/2/2026).

Mendagri menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana salah satunya diukur dari kembalinya fungsi pemerintahan dan layanan publik. Indikator tersebut meliputi berfungsinya kembali kantor pemerintahan, akses jalan, layanan kesehatan, pendidikan, rumah ibadah, listrik, komunikasi, distribusi BBM dan elpiji, hingga mulai bergeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

"Indikator terpenting adalah pemerintahan, apakah pemerintahnya berjalan atau tidak. Karena pemerintahan pusat sumber daya, pusat pengambilan keputusan, kekuasaan, kebijakan pembuatan kebijakan, policy making yang mempengaruhi kepada masyarakat luas," ujarnya.

Berkat upaya bersama selama sebulan terakhir, sejumlah kantor pemerintahan di Aceh Tamiang kini telah dibersihkan dan mulai dapat difungsikan kembali. Hal ini menjadi modal penting agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

"Oleh karena itulah kita yang lakukan adalah kita fokus pada kantor, sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan ASN khususnya untuk mulai bekerja kembali," tambahnya.

Menutup amanatnya, Mendagri menyampaikan harapan agar semangat gotong royong dan kebersamaan terus terjaga dalam membangun kembali Aceh Tamiang pascabencana. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Praja IPDN, ASN Kemendagri, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri atas kerja keras dan kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan daerah terdampak.

"Saya minta semangat kita untuk membangun kembali Aceh Tamiang. Semangat ya Bapak-Ibu ya. Semangat harus, karena nasib masyarakat Aceh Tamiang ada di tangan Bapak-Ibu [ASN Aceh Tamiang] sekalian. Kami hanya mendorong untuk kembali normal," tandasnya.


Sumber : Puspen Kemendagri

Pewarta : @Liputan Nasional GTN**

Sebelumnya
Mendagri Apresiasi Dedikasi Praja IPDN Dan ASN Kemendagri Selama Penugasan Pascabencana Di Aceh...
Selanjutnya
Ketapang 2025, Pengelolaan Anggaran Desa Wajib Melalui BUMDes, Bukan...

Berita Terkait :