“Kalau tidak senang kita selesaikan di luar. Jangan bawa-bawa institusi,” ucap Bakti ketus.
Dalam situasi tersebut, Asisten bidang Intelijen Kejati Babel, Jhoni Pardede menghampiri dan menyuruh untuk tidak mengambil foto.
“jangan difoto, nanti dari humas saja,” ujar Jhoni Pardede.
Kemudian Jhoni Pardede memerintahkan Bakti memanggil Kasi Penkum Kejati Babel, Basuki Raharjo untuk mengkonfirmasi apakah benar Antoni Ramli diundang liputan pagi ini.
Setelah dikonfrontir, Kasi Penkum Basuki Raharjo membenarkan bahwa Antoni Ramli memang diundang untuk melakukan peliputan.
Mendengar penjelasan tersebut, Asintel Jhoni Pardede pun pergi meninggalkan Antoni Ramli dan Bakti. Antoni Ramli pun kemudian keluar dari halaman Kejati Babel dan bertemu dengan 7 wartawan lainnya yang tertahan tak diijinkan masuk liputan kegiatan Jaksa Agung ST. Burhanuddin secara langsung di halaman Kejati Babel.
Terpisah, Kapuspenkum Ketut Sumedana saat dikonfirmasi wartawan hanya menjawab singkat.
“Tidak ada itu mas,” jawab nya singkat.
Terpantau dari luar pagar kantor Kejati, pintu pagar besi setinggi 1,3 meter tersebut tertutup. Di pos jaga terlihat beberapa staf pengamanan Kejati Babel sedang berjaga, sembari ngobrol dengan anggota polisi. Seorang penjaga selalu mencegah wartawan yang akan masuk untuk meliput dengan alasan harus ada perintah Kasipenkum.
Terpantau juga Ketua DPD Persatuan Jurnalis Siber, Rikky Fermana sempat bernegosiasi untuk masuk meliput. Namun mendadak Rikky berbalik badan dan mengajak kawan-kawan wartawan yang menunggu untuk pulang.
“Pulang yoh, pulang...” ajak Rikky bernada marah sembari memberikan kode mengajak teman-teman wartawan yang tertahan di depan pagar untuk pulang.
Kepala Kejaksaan Agung ST. Burhanuddin saat menjadi pembicara kunci dalam acara media gathering bertema “Sinergisitas Puspenkum dengan Insan Pers Dalam Penyajian Berita Untuk Meningkatkan Public Trust Kejaksaan RI” di Jakarta, Rabu (2/12/2020) lalu mengatakan. Bahwa peran pers sangat vital.
“Pers memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam proses penegakan hukum di Tanah Air, terutama yang dilakukan jajaran Kejaksaan. Informasi akurat yang disampaikan pers terkait proses penegakan hukum dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Korps Adhyaksa,” ucap ST. Burhanuddin dikutip dari beritasatu.com.
Pewarta : Ishak.Red@ksi.gtn.com