Papua Lanny Jaya - Gardatipikikornews.com Tuduhan Doren Wakerkwa terhadap Sekertaris Daerah atau (Sekda) Definitif Kabupaten Lanny Jaya, Petrus Wakerkwa,SE,M.Si, dinilai tidak benar. Dana Desa senilai Rp.50.000.000 tersebut memberikan berdasarkan aspirasi, kesepakatan dan kebutuhan Mahasiswa Distrik Buguknggona untuk membangun Asrama di kota studi Jayapura.
Pihak Pemerintah Distrik Buguknggona, tiga belas kampung (13), dan pendamping Distrik Klarifikasi tuduhan tersebut.
Kepala Distrik Buguknggona Wanti Wakerkwa mengakui, bantuan tersebut diberikan berdasarkan aspirasi mahasiswa untuk membangun asrama mahasiswa distrik Buguknggona kota studi Jayapura.
”Kami klarifikasi bahwa, tuduhan dilamatkan kepada Sekda Definitif Lanny Jaya Bpk Petrus Wakerkwa itu tidak benar dan tidak mendasar, dukungan dana itu diberikan karena ada aspirasi dan kesepakatan bersama demi masa depan generasi kedepan,” jelasnya
Lanjut, bahwa uang perkampung senilai lima puluh juta, yang di sumbangkan untuk pembangunan asrama mahasiswa Buguknggona kota studi jayapura, bukan memotong untuk kepentingan pribadi.
”Hal itu dilakukan sesuai aspirasi mahasiswa distrik Buguknggona, dikarenanakan selama ini banyak Mahasiswa yang terkendala tempat tinggal, kemudian bukan dipotong dengan kepentingan tertentu tapi untuk bangun asrama mahasiswa,” ungkapnya
Sebelumnya, hasil dana desa membangun sekolah ungulan, tahap berikut bangun asrama mahasiswa di Jayapura, namun karena ada laporan ke Pj. Bupati Lanny Jaya, maka dana tersebut dikembalikan.
”Selama ini pengunaan dana Desa berjalan dengan baik, namun karena ada yang lapor bahwa ada pemotongan, padahal sesuai kesepakatan untuk bangun asrama mahasiswa, dana tersebut telah dikembalikan,” tuturnya
Akan tetap fokus membangun asrama Mahasiswa Buguknggona, mereka merupakan aset masa depan daerah sehingga perlu diperhatikan dalam membangun tempat tinggal yang layak.
”Tetap akan fokus bagun, Tidak jadi soal dengan tuduhan dan dana yang dikembalikan,” jelasnya
Senada Meskal Wakerkwa pendamping Distrik tersebut mengatakan, semua sesuai kesepakatan dan aspirasi, kembanyakan mahasiswa membutuhkan tempat tingal.
”Kami kasihan dengan Ade -ade mahasiswa, mahasiswi karena hampir kebanyakan kendala tempat tinggal,” katanya.
Lanjutnya, Mereka merupakan aset masa depan distrik tersebut dan Kabupaten Lanni Jaya, sehingga diperhatikan melalui pembagunan tempat tingal.
”Mereka itu aset daerah ini kedepan, SDM Lanny Jaya, sehingga dibantu sesuai kesepakatan dan aspirasi mereka," tuturnya
Uang sejumlah Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta) tersebut disumbang secara patungan oleh kepala-kepala Kampung Distrik Bugukgona, untuk pembangunan asrama mahasiswa Distrik Buguknggona. melalui kesepakatan bersama antara Kepala Distrik, Kampung dan beberapa Tokoh di Distrik.
(Gtn.Papua)