Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Kampus PTDI-STTD semakin Tidak Kondusif,Kasus Pemukulan Antar Taruna Kembali Terjadi

by Gardatipikornews
26 Februari 2025 - 3130 Views

Bekasi || Gardatipikornews.com -

Kampus PTDI-STTD Semakin Tidak Ramah Bagi Taruna yang sedang Menimba ilmu di sekolah kedinasan milik Kementerian Perhubungan ini. "Diduga Tindakan kekerasan terulang kembali pada bulan Februari 2025,menurut Informasi Salah satu Taruna, pemukulan antar Taruna junior dan senior di PTDI STTD melibatkan pelaku berinisial IUS dan AP dan korban berinisial DA. para pelaku serta korban kasus ini rupanya berasal dari daerah yang sama, yaitu Indonesia bagian Timur. Seperti kejadian sebelumya pada tahun 2024 Apakah langkah pihak STTD Melakukan Hal yang sama seperti 7 orang taruna PTDI STTD yang diberhentikan seperti pada bulan November tahun 2024 lalu. Atau akan kembali pelaku dibiarkan bebas berkeliaran seperti kasus pemukulan pada tanggal 3 Desember 2024 korbannya 24 Taruna angkatan 45, dan yang menjadi pelaku pemukulnya 12 Taruna PATOLA angkatan 44 tidak diberhentikan dan diduga pelakunya dilindungi oleh direktur PTDI STTD. sepertinya pihak PTDI STTD pengawas serta direktur sengaja membiarkan terjadinya pemukulan atau tindakan kekerasan antara taruna junior serta taruna senior. sepertinya kejadian kekerasan di STTD sudah terjadi berulang ulang tanpa adanya tindakan tegas dengan dilakukan sanksi pemberhentian . Sepertinya di berlakukan terhadap 7 orang taruna pada bulan November 2024. Menanggapi Kejadian ini,Sekjend LMPPSDMI Andreas Tambunan,SH Menyoroti Pengawasan Atau pembinaan Yang dilakukan Pengasuh STTD di asrama dan di lingkungan Kampus. Andreas mengatakan,"Tindakan Yang dilakukan pihak STTD selama ini dengan cara memberhentikan Taruna Bukanlah Jalan untuk menyelesaikan persoalan, Seharusnya pengasuh Harus ada pencegahan sebelum terjadi tindakan kekerasan antar taruna,"Tandasnya. Sekjend lembaga LMPPSDMI juga menyatakan tegas kepada Kaban Perhubungan dan Menteri Perhubungan untuk mencopot jabatan direktur STTD Sepertinya tidak layak, Tegasnya ! Sementara itu, Direktur PTDI-STTD Avi Mukti Amin diminta Klarifikasi nya melalui pesan WhatsApp perihal terulangnya kembali Tindakan Pemukulan antar Taruna yang terjadi bulan Februari 2025 ini,belum memberikan klarifikasi nya. Pewarta:Safari Bono (GTN)
Sebelumnya
Kejati DKI Jakarta Komitmen Tidak Lanjuti Kasus “ Kebuli Jordan” Yang Sudah Tetapkan Tiga...
Selanjutnya
Pelantikan YPLP Dan APKS PGRI Sumut, Ilyas Sitorus Ajak Seluruh Pengurus Wujudkan Mimpi...

Berita Terkait :