TIMIKA | gardatipikornews.com
Agenda penutupan jambore kader malaria di Timika ini telah berhasil dilaksanakan dengan sukses. Kegiatan ini berlangsung di halaman Yonif 745 Timika pada Sabtu, 4 November 2023.
Dalam acara penutupan tersebut, dihadiri oleh para peserta jambore, panitia pelaksana, tamu undangan, dan berbagai pihak terkait lainnya. Acara dimulai dengan sambutan dari ketua panitia pelaksana, Marius Kontasius, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam jambore ini.

Selanjutnya, dilakukan serangkaian kegiatan sebagai penutupan jambore. Di antaranya adalah sesi penyampaian hasil workshop dan pelatihan yang telah dilakukan selama jambore, pemberian penghargaan kepada kader malaria yang berprestasi, serta pertunjukan seni dan kegiatan rekreasi.

Pada acara ini juga dilakukan evaluasi dari seluruh peserta tentang manfaat dan kesan yang mereka dapat selama mengikuti jambore. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kegiatan jambore di masa yang akan datang.
Acara penutupan jambore malaria di Timika ini juga menjadi momentum untuk merayakan keberhasilan dan semangat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit malaria. Para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan, keterampilan, dan semangat baru dalam melawan malaria di masing-masing wilayahnya.
Dengan ditutupnya jambore kader malaria ini, diharapkan akan terus terjalin kerjasama dan sinergi antara semua pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria di Timika. Hal ini guna mencapai tujuan bersama yaitu mewujudkan daerah yang bebas dari penyakit malaria dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Ketua panitia pelaksana Marius Kontasius saat memberikan keterangan kepada wartawan, menekankan pentingnya logistik bagi kader malaria, terutama alat pemeriksaan seperti RDT (Rapid Diagnostic Test), yang merupakan alat untuk melakukan pemeriksaan cepat atas keberadaan malaria pada seseorang.
"Dengan ketersediaan RDT, kader malaria dapat melakukan pemeriksaan langsung di lapangan. Jika RDT tidak tersedia, mereka hanya dapat melakukan langkah-langkah penyeluhan untuk pasien malaria yang teridentifikasi," pungkasnya.
Jumlah kader malaria di kabupaten Mimika yang mengikuti kegiatan jambore tersebut sebanyak 400 orang yang terdiri dari 10 puskesmas yang ada di Timika Namun, jelas bahwa mereka merupakan ujung tombak dalam upaya mengeliminasi malaria di kabupaten Mimika.
Editor: AZS GTN
Sebelumnya
Kapolri Dampingi Presiden Jokowi Kirim Bantuan Tahap Awal ke...
Selanjutnya
Pengajian Akbar Desa Tanjung Mas Di Hadiri Langsung Pj Gubernur Sumatera Selatan Bersama Bupati OKU...