Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Jalan Bersejarah Dihutan Lindung Dirusak Mafia Tanah Dimalam Natal, Rahmad Panggabean Berangkat ke Jakarta Naik Sepeda Motor

by Gardatipikornews
23 September 2023 - 196 Views
Jakarta l Gardatipikornews.com  - Dalam  rangka menyuarakan dan berusaha menuntaskan permasalahan atas perambahan Hutan Lindung serta perusakan hutan Mangrove dan DAS oleh Mafia Tanah yang berada di kabupaten Labura Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di antara Desa Tanjung Mangedar dan Teluk Pulai Dalam Kecamatan Kualuh Hilir dan Kualuh Laidong, Rahmad Panggabean menempuh perjalanan ke Jakarta mengendari sepeda motor bersama istrinya. Rahmad Panggabean menilai, Masyarakat tidak kunjung mendapatkan keadilan atas kezoliman yang telah dilakukan oleh pengusaha dan penguasa di Sumatera Utara, terkhusus di Labuhan Batu Utara. "Kami telah melaporkan di tingkat Provinsi Sumatera Utara, kemudian saya salah satu tim investigasi Gakorpan DPP RI bertekad untuk menuntaskan di tingkat Nasional, tentunya pada Pemerintahan Pusat di Jakarta"ucap Rahmat Pangabean pada Sabtu, 23 September 2023 kepada Awak Media ini melalui telepon genggamnya. "Berangkat dari Sumatera Utara menuju Jakarta ditempuh dalam waktu Lima hari, dan beristirahat di SPBU yang saya lewati, pertama terpikir saya meras tidak akan sanggup, tetapi berbekal semangat untuk menegakkan keadilan dan didukung oleh istri tercinta yang turut serta ikut menemani. Kemudian, terlebih berkat Doa dan dukungan dari saudara, sahabat dan rekan aktivis pejuang keadilan, maka semua dapat saya lakoni demi sampai di Ibu Kota Jakarta" Ujar Rahmat Pangabean dengan tetap optimis berjuang untuk masyarakat. "Sesampainya di Jakarta, saya dan istri disambut luar biasa oleh rekan-rekan sahabat dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (Gakorpan) dan Persatuan Gerakan Mahasiswa Labura, Sumatera Utara," Terang Rahmat kepada Awak Media ini yang mulai kagum dengan perjuangan Rahmat Pangabean. Tidak hanya itu, Rahmat Pangabean juga menyebutkan, Ketua umum PPWI, Wilson Lalengke bersama Ketua Umum Gakorpan DPP RI, Abednego Panjaitan turut membantu dalam memberikan pandangan serta 'win win solution' mencari dan mendapatkan keadilan bagi masyarakat di Labura. Rahmat Pangabean dan istrinya berangkat menaiki sepeda motor ke Jakarta kerena permasalahan Hutan Lindung Mangrove yang telah dialihfungsikan menjadi kebun pribadi selama puluhan tahun, perambahan, pengerusakan dan menghilangkan aset negara sudah lama berlangsung dengan cara membabi-buta, bahkan hingga sampai jalan masyarakat yang ada disekitar perkebunan Akok Tasman cs ikut juga dirusak salah satunya pasar Peninggalan sejarah penjajahan Belanda yang disebut jalan Belanda oleh masyarakat sekitarnya. Jalan Belanda ini sangat banyak manfaatnyaa bagi warga setempat, selain menjadi tanggul penahanan luapan air pasang dari laut juga dijaga dan dirawat warga untuk menjadi bukti sejarah bagi generasi penerus anak cucu masyarakat yang ada di Desa Tg Mangedar Teluk Pulai Dalam Labura Sumut, itupun habis sudah dirusak dan diluluh-lantakkan oleh Mafia Tanah Akok Tasman dan Edy Surianto Amd bersama kroninya demi kepentingan pribadinya. Pengerusakan jalan poros Belanda itu yang paling parah dilakukan Akok Tasman pada bulan Desember 2022 tepatnya pada malam Natal pada saat masyarakat warga sekitarnya sedang beribadah, hal tersebut telah dilaporkan ke APH dan Pemerintah terkait, namun belum ada respon yang baik dari APH dan Pemerintah, seakan-akan kasus ini tidak ada keseriusan Pemerintah Daerah Labura juga APH serta terkhusus Polres Labuhan Batu dan Polda Sumut terkesan lambat untuk menindaklanjutinya karena sudah hampir satu tahun Semenjak laporan dimasukkan oleh Rahma Panggabean tim Investigasi Gakorpan DPP-RI. Oleh karena itu, perambahan hutan lindung disertai perusakan hutan mangrove dan DAS ini dan pengerusakan jalan Belanda hal tersebut memicu kemarahan masyarakat desa Tanjung Mangedar dan Teluk Pulai serta bersama kelompok tani Satahi Permata Lestari, dimana masyarakat mencoba mempertanyakan ke pihak Akok Tasman cs, tetapi tidak kunjung mendapatkan jawaban, Akhirnya situasi pun pecah, masyarakat pun beramai-ramai datang dan melampiaskan amarahnya dengan membakar alat berat dan gudang oknum mafia yang biasa disebutan Akok itu. Setelah insiden pembakaran alat berat tersebut, akhirnya Akok melaporkan kejadian tersebut Polsek Tanjung Leidong, oleh peristiwa itu, Ketua Kelompok Tani Sarlen Pasaribu mendapat pemanggilan dan diperiksa hingga akhirnya ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka bersama 2 (dua) orang dari kelompok tani lainnya pada Februari 2023 lalu. Rahmad Panggabean dan tim investigasi mendapat informasi langsung terjun kelokasi tersebut, tentunya dengan rencana menuntaskan permasalahan tersebut, Rahmad Pangabean dan tim mencoba mediasi ke APH Labura dan Polda Sumut, serta melanjutkan ke DLHK Sumut dan Kejaksaan, namun, kata Rahmat tidak kunjung mendapatkan keadilan selama berbulan-bulan bahkan sudah hampir satu Tahun. Akhirnya, Rahmad Panggabean dan tim investigasi sepakat meneruskan langsung ke pusat Jakarta dan itu kata Rahmat sesuai arahan dan masukan dari seluruh elemen para pejuang keadilan lembaga, media dan APH pusat dan semua orang memiliki jiwa pejuang keadilan. Rahmad Panggabean berharap,"pengorbanan yang telah dilakukan masyarakat dan semua elemen (red), mendapatkan keadilan bagi Masyarakat desa Tanjung Mangedar dan Teluk Pulai Dalam khususnya, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terzolimi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, semata hanya memikirkan keuntungan pribadi,"Harap dan tutup Rahmad Panggabean. Reporter : Herry Setiawan, SH
Sebelumnya
Kapolda Kaltara Akan Tranparan Terhadap Kemantian Brigpol Setyo...
Selanjutnya
Kapolda Sumsel Memberikan Julia Umum Seminar Kepada Ratusan Mahasiswa Baru Dengan Tema Penanaman...

Berita Terkait :