Kabupaten Tangerang || Gardatipikornews.com -- Miris!! Ekpresi kebingungan warga untuk membuang sampah kini mulai semakin terasa, tumpukan sampah dibahu jalan raya Cisoka, Kabupaten Tangerang jadi bukti kesemerautan penanggulangan sampah di wilayah yang disebut sebut memiliki Pendapatan tertinggi Se-banten. Selasa(13/01/2026)
Buntunya solusi dari para pemangku kebijakan soal sampah dan minimnya tempat tempat legal penampungan sampah sementara disinyalir menjadi salah satu penyebab warga untuk membuang sampah diruang ruang terbuka,sehingga merusak estetika Wailah yang sebelumnya terlihat rapih dan tertata, menjadi kumuh dan amburadul.
Kondisi tersebut kini semakin diperparah dengan adanya dugaaan anti kritik dan sikap ogah pusing yang beberapa waktu ini mulai ditunjukkan oleh Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si. lantaran telah memblokir nomor watsapp wartawan yang hendak memberikan informasi dan melakukan konfirmasi soal buruknya kondisi sampah.
Alih alih melakukan berbagai perbaikan dan evaluasi kinerja, Camat Cisoka justru menunjukkan sikap yang dinilai tak lazim dilakukan oleh seorang pejabat atas nama abdi negara dan pelayan rakyat.
Alhasil sebuah informasi yang seharusnya tersampaikan terkait dengan adanya salah satu tempat yang terdapat banyak tumpukan sampah tak jauh dari lokasi proyek Hutan Bambu berujung dengan pemblokiran.
Derasnya kritik yang datang dari berbagai lapisan masyarakat beberapa waktu ini, soal adanya dugaan pemborosan APBD, diberbagai sektor, mulai dari rapat mewah dihotel yang menguras keuangan daerah hingga 900 juta rupiah, hingga sampai pembangunan Hutan Bambu ditengah penetapan status wilayah Kabupaten Tangerang darurat sampah, nampaknya amat begitu membuat para pemangku wilayah geram, sehingga melakukan upaya pemblokiran terhadap para pencari berita.
Sungguh ironis, ditengah kebingungan masyarakat untuk membuang sampah, upaya pembatasan informasi berupa pemblokiran terhadap jurnalis oleh para oknum pejabat marak terjadi, alih alih mendengar dan menjawab sebuah kritik dengan menyediakan sarana atau bak bak penampungan sampah sementara, opsi pemblokiran justru dianggap cara yang paling efektif, sebagai upaya penyelesaian persoalan akut sampah.
Perlu diketahui, pada sesi sebelum nya, CT (inisial) salah satu warga Cisoka, mengeluhkan sulitnya membuang sampah, lantaran minimnya tempat tempat sementara penampungan sampah sementara yang disediakan oleh pemerintah di wilayah Kecamatan Cisoka, warga pun kala itu meminta agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat segera menyediakan tempat tempat resmi penampungan sampah sementara.
Sikap pemblokiran oleh Camat Cisoka terhadap wartawan tersebut sontak mengundang banyak perhatian, salah satunya datang dari, Arul, Sekertaris Umum(Sekum) Forum Reporter Jurnalis Republik Indonesia (FRJRI) dirinya kala itu menyayangkan sikap Camat Cisoka, yang diduga telah melakukan upaya pembatasan informasi berupa pemblokiran, sikap orang nomor satu di Kecamatan Cisoka itupun dinilai tak pantas dilakukan oleh pejabat negara dalam hal ini tak lain dan tak bukan adalah merupakan abdi negara dan pelayan masyarakat.
Secara tegas, Arul pun meminta, agar Bupati Tangerang dapat segera melakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh atas segala capaian kinerja Kecamatan Cisoka secara Real dilapangan, yang berkaitan dengan sampah, kemiskinan dan lain sebagai nya.
"Ini tentu bukan sikap seorang pemimpin, karena seorang pemimpin seyogyanya menerima segala masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja, bukan blokir, harusnya pejabat berterimakasih atas adanya sebuah informasi kan. Cetus nya.
Sementara itu hingga sampai saat ini, beberapa warga masih nampak kebingungan untuk membuang sampah, sedangkan keinginan warga untuk memiliki tempat tempat resmi penampungan sampah sementara masih jadi harapan hampa yang belum dapat terselesaikan.
Publik kini tentunya berharap agar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dapat segera melakukan berbagai evaluasi serta Reformasi Birokrasi guna menjawab keraguan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan khusus nya ditingkat Kecamatan dalam menanggulangi persoalan sampah yang semakin hari kian semakin memburuk. (Nurdin)
( @Red@ksi.gtn.com**