Presdir Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara menegaskan kehadiran Kopsyah BMI di Desa Cibentang Kecamatan Ciseeng adalah meningkatkan ekonomi warga bersama-sama.
”Kopsyah BMI itu berbeda pak. BMI tidak hanya datang ke kami untuk membantu kami mendapatkan modal usaha saja, tapi juga membawa misi sosial, seperti membangun rumah buat Ibu Romlah. Setiap minggu, petugas dari BMI membawa kencleng infaq, yang akhirnya kami tahu infaq itu nantinya untuk membantu saudara-saudara kita yang kesusahan,” jawabnya dengan lugas yang segera disambut tepuk tangan mereka yang hadir.
Hari itu, Mimin dan anggota rembug Pusat Tomat tengah dirundung kebahagiaan,. salah satu anggotanya, Romlah (68 tahun) mendapatkan rumah gratis dalam program Hibah Rumah Siap Huni (Kopsyah BMI).
Presdir Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara yang langsung datang menyerahkan HRSH ke 365 itu kepada Romlah. Disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat, Kades Cibentang Hasanuddin dan masyarakat Desa Cibentang.
Anggota RP Tomat paham betul bagaimana kehidupan Romlah dan keluarganya. Rumahnya jauh dari kata layak. Di rumah yang di huninya hampir 30 tahun, Romlah dan suaminya Acing bertahan dari teriknya panas dan dinginnya hujan.
Sebetulnya pasutri ini sudah tidak nyaman dengan kondisi tersebut, namun apalah daya kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan memaksa mereka untuk bertahan.
Romlah berjualan gorengan keliling kampung. Namun tidak setiap hari. Ia hanya berjualan Hari Sabtu, Minggu dan Senin. Alasannya, sebagian keuntungan dari hasil jualan gorengan ditabung di hari Senin kepada staf lapang Kopsyah BMI. Data terbaru, simpanan sukarelanya mencapai Simpanan Sukarela Rp.599.579.
”Setiap minggu, Bu Romlah menyimpan Rp50 ribu. Jika butuh, ia mengambil simpanannya dan seminggu ke depan disimpan lagi. Dan sampai sekarang Bu Romlah hanya anggota penyimpan saja dan rajin mengikuti rembug pusat,” terang Manajer Cabang Ciseeng Muhammad Saeful.
Alhamdulillah, senyum dan tawa kebahagiaan mengembang usai gunting pita HRSH Kopsyah BMI Unit ke 365 di Desa Cibentang, Ciseeng, Kabupaten Bogor.
”Itulah anggota yang tahu diri. Ia mampu mengukur kemampuannya. Ibu Romlah sadar akan penghasilannya, makanya ia menabung. Bukan pinjam sana, pinjam sini. Kemudian saat dimintai amanahnya, si ibu malah marah-marah terus mengadu ke RT sampai Kapolres karena tidak bisa mengukur kemampuan. Tapi pas cair, jangankan kapolres, Pak RT saja nggak tahu,” kata Kambara.
Kambara mengatakan, Kopsyah BMI menjadikan menabung sebagai salah satu dari 5 instrument Model BMI Syariah yang terus menerus dikembangkan untuk membuat anggota semakin meningkat kesejahteraannya. Lima instrument ini adalah sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan (tabungan) dan investasi.
BMI hadir di Desa Cibentang ini, agar sama-sama berjuang meningkatkan ekonomi agar lebih baik. Karena Kopsyah BMI adalah koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah. Ada simpannya, bukan pinjam-pinjam. Jadi menabung itu harus dipaksa. Kita ada Gemaseri atau Gerakan Menyimpan Seribu Sehari untuk membangun ekonomi keluarga,” papar
Pewarta : Agustion Kordinator GTN