Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Aksi Damai, Massa Aksi Desak Balai Taman Nasional Wakatobi Lebih Responsif Terhadap Konflik Lapangan Antara Nelayan Tomia & Patroli/Tenaga Pemantau

by Gardatipikornews
21 Juni 2025 - 164 Views

Tomia || Gardatipikornews.com -- Sejumlah elemen masyarakat nelayan yang tergabung dalam Forum Pemerhati Sosial bersama tenaga pemantau/patroli laut menggelar aksi damai pada Kamis (19/6). Aksi ini dimulai dari Desa Teemoane dan berakhir di Kantor Balai Taman Nasional Wakatobi Wilayah III.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan keresahan atas miskomunikasi yang terjadi di lapangan antara masyarakat nelayan dan tim patroli yang bertugas memantau wilayah laut, pesisir, dan kawasan terumbu karang. Mereka mendesak pihak balai agar lebih responsif dan terbuka terhadap dinamika serta gejolak yang terjadi di tengah masyarakat.

Para demonstran menuntut adanya sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat nelayan terkait pembagian zona pengelolaan kawasan konservasi, seperti zona inti yang tidak boleh dieksploitasi sumber dayanya, zona pariwisata non-ekstraktif, zona pemanfaatan tradisional untuk kegiatan perikanan, serta zona-zona lainnya yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, terkait keberadaan patroli/tenaga pemantau laut yang disupport PT Wakatobi Resort PMA massa aksi meminta agar pihak balai memberikan edukasi dan pemahaman mendalam kepada seluruh petugas patroli mengenai mekanisme kerja yang baik, khususnya dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun ketegangan.

Riswan sebagai korlap Aksi dari Forum Pemerhati Sosial menegaskan bahwa aksi ini bersifat damai dan bertujuan mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antara aparat pelaksana konservasi dan masyarakat nelayan, demi keberlanjutan ekosistem laut sekaligus keberlangsungan mata pencaharian warga pesisir Tomia.

( @idr. Kaperwil GTN**

Sebelumnya
Kami Tidak Menuntut Merdeka, Tapi Menuntut Hak Atas Tata Kelola Nikel: Aktivis Desak Otonomi Khusus...
Selanjutnya
DPW PW FRN Counter Opinion Polri Provinsi Sumatera Utara Hadiri HUT Ke - 75 Kodam...

Berita Terkait :